Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Kuli Bangunan Terancam 15 Tahun Penjara

Terdakwa Mukhamad Afifudin alias Udin mencabuli anak dibawah umur. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Pria bernama Mukhamad Afifudin alias Udin (25) menjadi pesakitan karena mencabuli anak dibawah umur berinisial YED (13). Kuli bangunan ini terancam pidana penjara selama 15 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Wayan Adhi Antari menjerat terdakwa dengan Pasal 82 ayat (1) UU No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76E UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Terdakawa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk korban untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” kata jaksa dalam dakwaannya, Selasa (25/2/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam dakwaan diuraikan, aksi pencabulan berawal saat terdakwa mengirim WhatsApp kepada korban, Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 02.00 WITA.

Karena korban tidak membalas chattnya, terdakwa yang saat itu di bawah pengaruh alkohol lalu mendatangi kos korban di Jalan Kartika Plaza gang Pudak Sari No.C7 Kuta, Badung.

Terdakwa lalu masuk ke dalam kamar korban yang saat itu pintunya terbuka. Di dalam kamar terdakwa melihat korban sedang tidur bersama ibunya yakni saksi Tumini.

Pria asal Grobogan, Puwodadi, Jawa Tengah ini lalu diam-diam mendekati korban dan mencium bibirnya, serta melakukan perbuatan senonoh lainnya.

Aksi bejat terdakwa diketahui oleh saksi Tumini yang langsung berteriak. Teriakan ibu korban itu membuat terdakwa langsung kabur meninggalkan kamar.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban sesuai visum et repertum Nomor : YR.02.03/XIV.4.4.7/673/2019 tanggal 11 Nopember 2019 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Dudut Rustyadi, Sp.FM (K), SH, dokter Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dinyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan tidak ditemukan tanda-tanda persetubuhan pada korban.

BACA JUGA:  Ambil Paket Sabu Kiriman dari Malaysia, Darmawangsa Diciduk BNN Bali

“Bahwa akibat perbuatan tedakwa, korban YED merasa ketakutan,” terang jaksa Kejari Denpasar ini. (sar)