Dinkes Bali Sebut Tiga Hotel Tempat WN China Menginap Bebas Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya/Istimewa.

Beritabalionline.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali telah melakukan pengecekan baik fisik maupun klinis terhadap tiga hotel berbeda di wilayah Bali tempat warga negara China berinisial “Jin” menginap, dan dinyatakan bebas dari Covid-19.

“Untuk contact tracingnya, sudah dicek dari pemeriksaan fisik, klinis engga ada yang sakit dan engga ada kontak yang dicurigai di tiga hotel berbeda, tempat menginapnya. Kalau pada saat itu dia (warga China) terkena virus pasti dibawa ke RS. Sekarang pun sudah hari ke-26 tidak ada orang sakit berarti tidak ada virus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, Senin (17/2/2020).

Ia menerangkan sudah memeriksa tiga hotel tempat Jin menginap di Bali selama enam hari dari pada 22 sampai 28 Januari 2020. “Kalau dihitung sudah 20 hari sejak Jin meninggalkan Bali, tapi tidak ditemukan sakit dengan gejala klinis, dan masa inkubasi itu kan selama tiga hari sampai 14 hari,” lanjutnya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan di biro perjalanan wisata dari warga China tersebut. Dari hasil pengecekan yang dilakukan di Bali tidak ada ditemukan seseorang yang terpapar virus COVID-19 tersebut.

Dijelaskan, bentuk antisipasi di hotel-hotel yaitu dengan memasang imbauan, dan melakukan kerjasama, apabila ditemukan ada wisatawan yang sakit dan diduga mengarah pada ciri-ciri terjangkit virus COVID-19 untuk segera dibawa ke RS.

“Jadi kalau ada wisatawan sakit atau demam nantinya agar kita dikasih informasi apakah mengarah pada sakit virus itu, apalagi kalau pernah dan punya riwayat ke daerah terpapar atau ada gejala klinisnya. Kalau mengarah seperti itu kita langsung dibawa ke RS rujukan,” terangnya.

BACA JUGA:  Rayakan Hari Jadi, Pemprov Bali Gelar Lomba Ogoh-ogoh Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

Ia menyarankan untuk penyemprotan disinfektan masing-masing hotel itu harus ada, jadi saat situasi seperti sekarang ini harus lebih aktif untuk sanitasi lingkungannya.

Sementara untuk satu WNI yang sempat dirawat di RSUP Sanglah beberapa waktu lalu dinyatakan negatif terjangkit virus COVID-19, Suarjaya mengatakan WNI itu hanya infeksi saluran pernafasan. WNI tersebut juga sudah dipulangkan ke rumahnya pada Sabtu (15/2/2020).

“Engga ada penanganan lagi, karena sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya membaik, sedangkan untuk satu WN Tiongkok itu hanya diare dan sudah lebih dulu diperbolehkan pulang,” demikian Suarjaya, seraya menambahkan bahwa pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyediakan 200 ribu masker bedah dan masker N95 sebanyak 3 ribu, beserta alat-alat pelindung diri. (itn)