Ungkap Kasus Narkoba, BNN Bali Temukan Modus Baru

BNNP Bali ungkap kasus narkoba dengan modus baru.

Beritabalionline.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menemukan modus baru saat mengungkap kasus narkotika dengan barang bukti sabu seberat 1,71 kilogram.

“Sabu diratakan di semua sisi kardus, kemudian ditempeli menggunakan kertas lem tikus sehingga sabu tidak kemana-mana. Itu modusnya,” terang Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Bali AKBP Nyoman Sebudi, Sabtu (15/2/2020) di Denpasar.

Sabu tersebut dikirim dari Medan, Sumatera Utara dengan menggunakan jalur udara. Namun pengirim belum diketahui identitasnya karena antara pengirim dan penerima hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon.

“Itu bisa dikatakan modus baru untuk mengelabui petugas. Di dalam kardus diisi makanan ringan, sementara di lapisan luar berisi sabu,” bebernya.

Kepada petugas, pelaku bernama Putri Sinta Liliana (27) dan Ikaria Suci Rahmadania (22) buka mulut dan mengaku bahwa barang tersebut milik salah satu narapidana LP Kerobokan bernama Heri.

“Hasil interogasi, mereka mengaku sebagai peluncur dan pemecah barang, kemudian mensupplai ke beberapa pembeli dengan modus tempel. Pengendalinya salah satu napi LP Kerobokan bernama Heri,” kata Nyoman Sebudi.

Kedua perempuan muda yang disebut-sebut penyuka sesama jenis (lesbi) ini mengaku memperoleh upah berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sekali tempel.

“Keduanya juga pemakai narkoba aktif. Mereka berada di Bali sejak satu tahun lalu, dan menjadi kurir narkoba sejak empat bulan ini,” bebernya.

Kedua tersangka ditangkap di Jalan Polonia, Tuban, Kuta, Badung, Senin (10/2/2020). Dari penggeledahan ditemukan sabu seberat 837,66 gram netto di kardus yang mereka bawa.

Guna pengembangan kasus, keduanya digelandang ke kosnya di Jalan Tukad Musi, Denpasar Timur. Di sana petugas kembali menemukan sabu seberat 1 kilogram, 788 butir ekstasi, tujuh paket kecil bubuk putih yang diduga kokain seberat 3,6 gram dan tujuh papel happy five. (agw)

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuhan Juragan Keripik, Divonis 11 Tahun Penjara