Pemkot Denpasar Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi

Wali Kota IB Rai Mantra (kanan) didampingi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara saat meracik olahan daging babi.

Beritabalionline.com – Merebaknya Afrika Swine Fever (ASV) yang menyerang hewan babi di Bali menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh masyarakat Pulau Dewata. Pasalnya, hal ini tidak hanya berdampak pada konsumsi daging babi yang menurun drastis, tapi juga menurunnya harga daging babi yang menyebabkan peternak babi mengalami kerugian.

Guna memberikan dukungan terhadap peternak babi dan meningkatkan rasa aman dan nyaman di masyarakat, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengkampanyekan “Daging Babi Aman Dikonsumsi”.

Rai Mantra mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging babi. Hal ini lantaran penyebab kematian pada babi tidak bersifat Zoonosis atau tidak menularkan penyakit dari hewan ke manusia. Sehingga daging babi aman dikonsumsi sepanjang pengolahannya tepat dan dimasak sempurna dengan suhu diatas 70 derajat celcius.

“Selain itu, Distan Kota Denpasar melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan juga rutin melaksanakan pengecekan kesehatan hewan di peternakan, kesehatan daging di pasar dan pengecekan post morthem dan ante morthem. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra dan Jaya Negara yang keduanya didampingi istri masing-masing mempraktikan langsung ‘mebat’ daging babi dan meracik beragam olahan makanan dari daging babi . Usai melakukan pengolahan, dilanjutkan dengan makan bersama.

“Intinya sepanjang pengolahannya sesuai dan benar, daging babi aman dikonsumsi. Oleh karena itu, ayo kita makan daging babi saat perayaan Hari Suci Penampahan Galungan yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Bali (non-muslim), serangkaian menyambut Hari Suci Galungan yang identik dengan motong babi,” ajak Rai Mantra, sembari mengucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada umat se-dharma. (tra)

BACA JUGA:  Ny Putri Koster Sebut Keberlangsungan Adat Budaya Tanggung Jawab Terbesar Krama Istri