89 Warga Negara Asing Ditolak Datang ke Bali, Rusia dan Amerika Terbanyak

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Sutrisno. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Sutrisno mengatakan hingga hari ini, Kamis (13/02/2020) pukul 05.00 WITA sudah tercatat 89 warga negara asing (WNA) ditolak datang ke Bali.

“Sampai tadi pagi warga asing yang ditolak datang ke Bali tercatat 89 orang, mereka terdiri dari beberapa warga negara. Sedangkan untuk perpanjangan izin tinggal darurat sampai sekarang angka pasti saya belum dapat laporan tapi secara global sudah lebih dari 300 orang,” ujar Sutrisno di Kantor Kemenkumham Bali, di Denpasar, Kamis (13/2/2020).

Adapun rinciannya, warga asing asal Rusia berjumlah 12 orang, lalu empat orang dari Brazil, tiga orang dari Armenia, tiga orang dari Selandia Baru, delapan orang dari Ukraina, tiga orang dari Inggris, dua dari Maroko, tujuh dari Kazakhstan, 12 orang dari Amerika Serikat, dua orang dari Australia, enam orang dari Kanada, dua orang dari Brazil, dua orang dari Spanyol, empat orang dari Kyrgyzstan Republik.

Selain itu masing-masing satu orang berasal dari Romania, China,Tajikistan, Ghana, Moldova, Malaysia, Uzbekistan, Jerman, Austria, Mesir, Italia, Perancis, Thailand, British Citizen, India, Turki, Peru, Chili dan Swedia.

Ia menjelaskan, perpanjangan izin tinggal darurat itu diberikan dalam rentang waktu selama satu bulan dan setelah itu harus pulang kembali ke negaranya. Namun apabila pada waktu tersebut belum memungkinkan untuk kembali pulang ke negaranya, maka akan diberikan fasilitas perpanjangan.

“Yang jelas perpanjangan darurat itu tidak bayar. Namanya darurat, ya tidak dipungut biaya. Di sini sudah ada Konsulat China. Jadi, mereka yang tanggung jawab kepada warga negaranya di sini untuk fasilitas lain jika dibutuhkan,” teragnya.

BACA JUGA:  Rai Mantra: Gratiskan Tagihan Air Saat Pandemi Corona

Ia menambahkan, apabila ada wisatawan mancanegara yang sudah melewati proses perpanjangan izin tinggal darurat, namun mengalami masalah keuangan dan membutuhkan fasilitas lainnya akan ditangani langsung oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.

“Konsulat itu harus tanggung jawab kepada warga negaranya, seperti Konsulat kita, kantor perwakilan RI yang ada di luar negeri bertanggungjawab tentang WNI di luar negeri, begitu juga di sini,” ucapnya.

Penolakan WNA masuk Bali dan permohonan perpanjangan izin tinggal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa, dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa Bagi Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok. (itn)