Gelar Binsiap Apwil dan Puanter, Ini Pesan Dandim Badung

Pembinaan Kesiapan dan Kemampuan Teritorial Aparat Kowil TW I TA. 2020 di Aula Makodim 1611/Badung. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sistem pertahanan semesta merupakan strategi pertahanan negara Indonesia yang didukung oleh komponen utama, cadangan dan pendukung.

“Komponen utama yang diperankan oleh TNI khususnya gelar komando wilayah (Satuan Kowil) menyelenggarakan pemberdayaan wilayah sesuai amanat UU RI No. 34 tahun 2004 pasal 8,” kata Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Puguh Binawanto saat Pembinaan Kesiapan dan Kemampuan Teritorial (Binsiap Apwil dan Puanter) Aparat Kowil TW I TA. 2020 di Aula Makodim 1611/Badung, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, untuk meningkatkan kemampuan binter aparat kowil, maka perlu diselenggarakan pembinaaan kowil melalui materi sikap ter, lima teritorial, tiga kemampuan materi metoda lainnya sesuai dengan tipologi wilayah binaan.

“Saat ini cukup banyak perkembangan situasi di lapangan yang harus dicermati serta diperlukannya peran aktif dari apkowil menciptakan ruang, alat dalam dan kondisi juang yang tangguh kepentingan untuk pertahanan negara di darat serta mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat,” lanjut Dandim.

Dengan kowil terang Danimdim, aparat harus mampu memahami dan mengimplementasikan tugas-tugas yang diamanatkan. Sehingga setiap prajurit dapat menjabarkan ke dalam kegiatan secara terencana, terarah dan berkelanjutan.

“Hal itu guna menyamakan visi, persepsi dan interpretasi dalam menyikapi permasalahan atau dinamika yang timbul di wilayah binaannya,” papar Dandim.

Dalam kegiatan Binsiap Apwil dan Puanter Aparat Kowil Tri Wulan I TA. 2020 tersebut, Dandim Badung juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi penekanan.

Pertama terwujudnya kesadaran apwil diri sebagai jati terhadap rakyat, tentara-tentara pejuang dan sebagai Tentara Nasional Indonesia, serta tentara profesionalisme berdasarkan sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI.

BACA JUGA:  Bupati Suwirta Sodorkan Proposal Penanganan dan Pengembangan Destinasi ke Deputi Kemenparekraf

Kedua memahami dan mampu dalam pengetahuan menjabarkan yang ketrampilan dan dengan binter berkaitan di wilayah, ketiga terwujudnya mental, disiplin dan semangat apwil yang tangguh dan profesional, keempat terwujudnya dan terpeliharanya kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Saya berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik bagi pedoman dijadikan dan pelaksanaan dalam prajurit tugas sehari-hari,” pungkas Dandim. (agw)