Kecanduan Nonton Film Porno, Mang Budi Setubuhi ABG Dipenjara 7 Tahun

Terdakwa Mang Budi saat menjalani sidang putusan di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – I Komang Budiana alias Mang Budi yang menyetubuhi anak di bawah umur, hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu saat ketok palu hakim memutuskan hukuman bui selama 7 tahun pada sidang, Senin (10/2/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Majelis Hakim yang diketuai Putu Gede Noviartha dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Mang Budi terbukti bersalah melakukan tindak pidana asusila.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU I. No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menyatakan terdakwa I Komang Budiana alias Mang Budi bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama tuju tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” putus hakim.

Selain diganjar hukuman penjara, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama satu bulan.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa yang tertunduk lesu hanya bisa menerima dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mia Fida, SH yang menuntut hukuman 8 tahun juga menerima.

Dalam dakwaan diuraikan bahwa kasus tersebut berawal saat terdakwa berkenalan dengan korban, AY (16) lewat medsos Facebook. Gayung bersambut, keduanya berjanjian temuan lewat massager.

Saat itu keduanya menuju ke Bumi Ayu, Monang-maning, Denpasar, Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 02.00 Wita. Bukannya ke Monang-maning, terdakwa justru mengajak korban ke tempat kosnya di Jalan Cokroaminoto gang Swari C No. 39, Denpasar.

“Di tempat kos terdakwa, anak tersebut sempat bertanya “Ngapain Kesini?, namun dijawab oleh terdakwa ayo masuk, sambil tangannya memegang tangan anak tersebut,” jelas jaksa.

BACA JUGA:  Cetak Advokat Profesional, Ferari Bali Kembali Adakan Kegiatan PKPA dan UPA

Terdakwa lalu menutup pintu dan menguncinya. Saat terdakwa mematikan lampu, korban sempat bertanya “Mau ngapain?”, namun tidak dijawab oleh terdakwa.

Terdakwa membuka pakaian serta celana korban secara paksa. Dalam kondisi tanpa busana, terdakwa kemudian memeluk hingga merebahkan korban di atas kasur sambil berkata “ML yuk,” kata terdakwa, sambil mencium pipi, bibir dan leher korban.

Saat itu anak korban sempat menolak ajakan terdakwa dengan menggelengkan kepala. Namun terdakwa tetap bersekeras melampiaskan nafsu bejatnya. Korban yang kesakitan kemudian menangis. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, terdakwa tidur di sebelah korban sembari melihat film porno di handphone-nya.

Parahnya, terdakwa asal Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli itu kemudian pergi meninggalkan korban di dalam kamar kos terdakwa sendirian. (sar)