Kaki dan Tangan Dirantai, Puluhan Bandar Narkoba Terancam 20 Tahun Penjara

Para tersangka kasus narkoba saat digiring petugas kepolisian. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Sebanyak 20 orang yang terlibat kasus narkotika dirantai kaki dan tangannya oleh polisi. Ke 20 orang tersebut ditangkap dalam Operasi Antik Agung yang digelar Satresnarkoba Polresta Denpasar.

“Mereka terdiri dari 5 orang bandar dan 15 orang pemakai narkoba. Salah satu bandar WN asing asal Rusia,” jelas Waka Polresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, Senin (10/2/2020) di Mapolresta Denpasar.

Tidak hanya dirantai, polisi juga menggunduli rambut 18 tersangka laki-laki yang ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda ini.

Dalam operasi yang digelar dari 22 Januari 2020 sampai dengan 6 Februari 2020 ini, Satresnarkoba Polresta Denpasar yang dibackup Satgas CTOC menyita berbagai jenis narkoba seperti sabu seberat 125,7 gram, ekstasi 101 butir, ganja 1.045 gram dan 10 botol miras berbagai merk.

Kepada polisi, pelaku mengaku barang haram tersebut diperoleh dari seseorang tidak dikenal.

“Motifnya menjadi pengedar ada yang bagian dari sindikat dan faktor ekonomi. Sedangkan untuk pemakai karena mereka kecanduan,” beber Waka Polresta didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat.

Para pelaku dijerat Pasal 112 ayat (2) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling banyak Rp8 miliar.

“Dengan pengungkapan ini, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dengan di back up oleh Satgas CTOC Polda Bali berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 3.000 jiwa,” ujar Waka Polresta Denpasar. (agw)

BACA JUGA:  Dalam Sebulan, Polresta Denpasar Tangkap 40 Pengedar dan Pemakai Narkotika