Sakit Hati, Seorang Driver Ojek Online di Denpasar Bunuh Ibu Rumah Tangga

Pelaku pembunuhan di Denpasar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Seorang driver ojek online (Ojol) SF (38), pria asal Jember, Jawa Timur, membunuh seorang ibu rumah tangga bernama Senawati Candra (55) di Denpasar Utara, Bali, Rabu (5/2) sekitar pukul 13.00 WITA. Pelaku sakit hati, hingga nekat menghabisi nyawa korban.

“Motif (pembunuhan) karena pelaku dendam dan sakit hati pada si korban,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana di Mapolresta Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Peristiwa itu berawal pada Rabu (5/2) sekitar pukul 10.00 WITA. Pelaku datang ke rumah korban karena ada janjian sama anak korban bernama Andi untuk gantang ayam.

Kemudian pelaku dan anak korban mengendarai sepeda motor menuju Jalan Selaya Denpasar untuk menggantang ayam. Keduanya kemudian balik ke rumah korban.

Sesampainya di rumah korban, pelaku ditinggal Andi yang pergi ke warung untuk membeli rokok dan minuman.

Selanjutnya dalam keadaan rumah sepi, pelaku melihat korban duduk di teras rumah. Saat itu pelaku berusaha membunuh korban lantaran jengkel dan sakit hati karena sering dimarahi.

“Setelah ditinggal oleh anak korban atau Andi, pelaku dengan memakai helm masuk ke dalam rumah korban. Terlebih dahulu pelaku mengambil batu di depan rumah, dan melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tidak bernyawa,” imbuh Jiartana.

Pelaku diketahui sudah berkeluarga. Pelaku sebelumnya sudah memiliki hubungan kurang baik dengan korban, di mana sebelumnya dicaci maki atau dihina saat pelaku datang ke rumah. Sehingga pelaku merasa jengkel terhadap korban.

“Pada saat itu pelaku melihat ada kesempatan ketika anak korban (keluar) dengan serta merta dia menghabisi korban. Sehingga pelaku mengambil batu yang ada di halaman rumah memukul korban. Pemukulan yang berulang-ulang di bagian kepala sehingga korban mengalami luka hampir di seluruh kepala dan menyebabkan korban kehilangan nyawa,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dituntut 15 Tahun Penjara, Pengedar Narkoba Minta Keringanan Hukuman

Pelaku dijerat pasal 338 KUHP, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.(net)