2020, Kementerian ESDM Bangun 90 Titik PLTS di Bali

Anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika.

Beritabalionline.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk tahun 2020 akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Rooftop (PLTS Atap) sebanyak 90 titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Bali.

“Bali akan mendapatkan 90 titik untuk PLTS Atap ini, sedangkan untuk posisi titiknya yang akan dibangun PLTS tersebut, saya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Gubernur Bali Wayan Koster,” kata anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika, di Denpasar, Kamis (6/2/2020).

Menurut Pastika, kepastian Bali mendapatkan 90 unit PLTS Atap tersebut telah disampaikan langsung Menteri ESDM Arifin Tasrif saat menggelar rapat membahas strategi dan rencana kerja dengan jajaran Komite II DPD RI di Jakarta pada 3 Februari 2020.

Bali, lanjut Pastika, tergolong mendapatkan titik pembangunan PLTS Atap yang lumayan banyak, dari total 800 titik yang ditargetkan Kementerian ESDM untuk dibangun di sejumlah provinsi di Tanah Air pada 2020.

“Tidak semua provinsi mendapatkan bagian. Bali bisa memperoleh 90 titik berkat perjuangan kita bersama. Ini kita harus negosiasi, supaya paling tidak nanti kita dapat yang berkapasitas Medium,” ucap mantan Gubernur Bali dua periode itu.

Dari 800 titik PLTS yang akan dibangun untuk 2020, diantaranya Provinsi Sumatera Utara mendapatkan 15 unit, Sumsel (15), Babel (30), Lampung (20), Kalteng (20), Kaltara (70), Jateng (94), Jatim (100), NTT (100), Sulut (80), Sulbar (15), Sulsel (15), Maluku Utara (40), Maluku (20), Papua Barat (30) dan Papua (46 unit).

Kapasitas PLTS yang akan dibangun dan didanai melalui APBN tersebut bervariasi yakni untuk kapasitas kecil (kapasitas 5kWp ke bawah), kapasitas menengah (lebih besar 5-25 kWp), besar (lebih besar dari 25-50 kWp) dan ekstra besar (lebih besar dari 50 kWp).

BACA JUGA:  Wali Kota Rai Mantra Hadiri Upacara Pemelaspasan Pura Ulun Siwi Banjar Tunjung Sari

Pastika mengemukakan, PLTS Atap tersebut nantinya akan dipasang pada gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas sosial seperti rumah ibadah, bangunan keagamaan, panti asuhan, puskesmas, gedung heritage, museum, rusunawa, fasilitas TNI/Polri terutama di perbatasan dan daerah 3T.

“Dengan ini, Bali secara perlahan tetapi pasti, tentunya akan menuju Bali Green Energy. Ini saya kira sejalan dengan visi Gubernur Bali saat ini yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di samping dapat mengurangi polusi udara, kita bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” ucap senator yang juga anggota Komite II DPD RI itu.

Oleh karena itu, dia sangat mengharapkan kerja sama dari jajaran Pemprov Bali untuk mengimplementasikan 90 titik yang sudah disetujui Kementerian ESDM itu. “Kita harus kawal karena provinsi-provinsi yang lain juga mau. Tentu saya tetap ikut mendorong,” ujarnya.

Pastika menambahkan, perhatian pemerintah pusat kepada Bali terkait PLTS Atap tersebut sesungguhnya sejalan dengan yang pernah dideklarasikan saat dirinya masih menjabat Gubernur Bali untuk mewujudkan Bali sebagai “Green Province”. (itn)