Berkas Lengkap, 14 ABG Pelaku Pembegalan Dilimpahkan ke Kejaksaan

Para ABG pelaku pembegalan saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polresta Denpasar melimpahkan berkas 14 anak di bawah umur (ABG) yang terlibat dalam kasus pembegalan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Pelaku yang masih berstatus pelajar ini dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Penanganan di Polresta 14 hari, dan hari ini berkas serta para tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan karena sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap),” terang Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhammad Nurul Yaqin saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Polisi menegaskan bahwa para tersangka tetap diproses hukum dan tidak dilakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana).

Para pelaku berinisial IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGKD (16), IGBRPS (16), KAB (15), IGYP (15) GM (15), SAS (15), JDKP (14), KA (14), IGM (14), IPBWPP (14) dan KBM (13) yang tergabung dalam geng motor Dongky ini ditangkap petugas kepolisian karena melakukan aksi begal di wilayah Denpasar Barat.

Sebelum beraksi, para pelaku nongkrong di salah satu warung yang di daerah Kesambi, Kuta Utara, Badung. Setelah tengah malam sekitar pukul 24.00 WITA, para pelaku menuju Denpasar dengan mengendarai sepeda motor.

“Mereka kemudian berkeliling jalan wilayah Denpasar sambil mencari korban khususnya yang sedang membawa sesuatu tas atau handphone. Mereka juga pilih-pilih ketika mencari korban. Nyari yang badannya sepadan biar bisa melawan korban,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan.

Setelah mendapatkan korban, mereka membuntuti. Ketika situasi agak sepi, pelaku lalu menghadang. Saat korban berhenti, masing-masing pelaku dengan masih di atas sepeda motor melakukan pemukulan dan mengambil paksa barang-barang korban.

BACA JUGA:  Ringkus Bandar Narkotika, Polresta Denpasar Amankan 1,5 Kg Sabu

“Setelah berhasil kelompok pelaku kabur dan kumpul kembali di area lapangan di daerah Kerobokan, Kuta Utara, Badung untuk membagi hasil,” jelasnya.

Selama menjalankan aksinya, para pelaku yang masih berusia antara 14 hingga 17 tahun tersebut mengaku memperoleh hasil kurang lebih Rp30 juta dan dibagi rata.

“Uangnya ada yang dipakai beli minuman keras. Untuk aksinya, mereka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” tegas Kombes Ruddi Setiawan. (agw)