Jokowi Ingatkan Warga Hati-hati Gadaikan Sertifikat Tanah ke Bank

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 3.218 sertifikat tanah kepada warga DIY

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 3.218 sertifikat tanah kepada warga DIY, Jumat (31/1/2020) di Taman Budaya, Kulon Progo. Saat menyerahkan sertifikat tanah ini, Jokowi sempat memberi beberapa wejangan kepada para penerima.

Jokowi meminta kepada para penerima sertifikat untuk memfotokopi terlebih dahulu sertifikatnya sebelum disimpan. Jokowi mengatakan, seandainya sertifikat asli hilang atau rusak, dengan adanya fotokopi untuk mengurus kehilangannya akan lebih mudah.

Jokowi menerangkan setelah mendapatkan sertifikat tanah dan akan dipakai sebagai agunan di bank pun tak masalah. Hanya saja, Jokowi mewanti-wanti agar sebelum menjadikan sertifikat sebagai agunan pinjaman bank, masyarakat haruslah cermat dalam menghitung.

“Di sekolahkan tidak apa-apa (sertifikatnya). Dipakai aguban ke bank tidak apa-apa. Tapi sebelum ini (sertifikat) dipakai untuk jaminan ke bank tolong dihitung dulu,” ujar Jokowi.

“Mau pinjam berapa. Ke bank mana. Jangan dapat sertifikat, keluar sini langsung ke bank. Jangan seperti itu. Dihitung dan direncanakan. Bisa ngangsur atau tidak. Bisa nyicil atau tidak,” sambung Jokowi.

Jokowi menerangkan dari perencanaan dan perhitungan yang sudah dilakukan dengan matang, masyarakat bisa menjadikan sertifikatnya sebagai agunan bank. Jokowi mewanti-wanti agar sertifikat yang dijadikan agunan jangan sampai hilang diambil bank karena tak mampu membayar.

“Dilihat-lihat dulu. Bisa nyicilnya enggak? Dihitunglah. Kalau dihitung kok cicilannya berat, jangan. Sertifikat bisa hilang diambil bank nanti. Hati-hati,” ungkap Jokowi.

Jokowi menambahkan usai mendapatkan pinjaman dari bank, haruslah melakukan perencanaan penggunaan uang dengan baik. Jangan sampai uang pinjaman bank dipakai untuk tanpa perencanaan matang.

“Harus punya perencanaan. Jangan sampai malamnya mimpi pengen punya sepeda motor baru. Terus uang 1 juta dipakai uang muka beli sepeda motor. Dapat sepeda motor baru terus dipakai muter-muter kampung biar kelihatan gagah. Nanti bulan ke dua menyicil sepeda motor dan bank. Sebulan dua cicilan. Nanti motor enggak bisa nyicil, motor ditarik dealer. Sertifikat tanah enggak bisa nyicil nanti ditarik bank. Gagahnya nanti hanya 6 bulan. Hati-hati jangan sampai kejadian seperti itu,” demikian Jokowi. (itn)

BACA JUGA:  Pandemi Corona di Indonesia Diprediksi Mereda pada Bulan Juni 2020