Gencarkan Sosialisasi, di Gianyar 70 Ekor Babi Mati

Ternak babi peliharaan salah seorang peternak di Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Menghindari ternak babi milik masyarakat terpapar virus African Swine Fever (ASF), Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menggencarkan sosialisasi kepada peternak dan di sentra produksi Babi.  Mengingat Gianyar sebagai daerah lalulintas perdagangan babi sangat berpotensi terpapar virus African Swine Fever(ASF). Kasus ini diduga sudah terjadi  di Tabanan dan Badung yang telah menyebabkan kematian babi massal.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterinear(Keswan Kesmas Vet) Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka, seijin Kadis Pertanian I Made Raka, Kamis (30/1/2020) mengatakan, di Gianyar sudah ada kasus kematian babi secara mendadak sebanyak 70 ekor di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati.. Babi yang mati tersebut berasal dari 25 orang  peternak. Namun,  dikatakannya, gejala kematian babi tersebut berbeda-beda. “Sejumlah 70 babi yang mati itu gejalanya berbeda-beda”, ujar Satiarka di ruang kerjanya.

Menurut Santiarka, pihaknya belum berani memastikan apakah penyakit yang menyebabkan kematian 70 babi tersebut jenis penyakit yang sama dengan kematian babi massal yang terjadi di Tabanan dan Badung. Karena, gejala penyakit yang menyebabkan kematian itu berbeda- beda.

Ada yang mencret darah  ada yang nafsu makan hilang dan gejala lainnya. “Kami tak berwenang menyatakan penyampaikan penyakit yang menyebabkan kematian babi-babi itu, sebelum ada hasil test dilabolatorium. Sampel sudah kami kirim ke lab. Tapi hasilnya belum keluar,” katanya.

Untuk mencegah Gianyar terpapar virus ASF tersebut Dinas Pertanian Gianyar gencar melaksanakan sosialisasi. “Melalui sosialisasi ini kami harapkan masyarakat waspada terhadap meluasnya virus ASF ini,” harapnya. Diingatkan pula, bila ada babi yang mati harus dikubur. Jangan dibuang disaluran air atau dijurang. Juga diharapkan peternak tidak boleh menjual babi hang sakit.

BACA JUGA:  Tahun 2020, Stro Inseminasi Buatan Sapi Gianyar Mencukupi

Hal ini selain melanggar UU Kesehatan juga akan mempercepat meluasnya paparan wabah ini.”walau jenis virus ini tak menular ke manusia, sebaiknya membeli daging yang sehat. Jika ketahuan menjual babi sakit akan berurusan dengan hukum,” tegasnya. Menurut data, Gianyar populasi babi mencapai 150 ribu ekor, berasal dari peternak besar yang memelihara babi ratussn ekor, serta peternak masyarakat, yang memelihara babi palin g banyak 10 ekor.(yes)