DPRD Bali Berharap Rekrutmen CPNS Berlangsung Fair

Ilustrasi tes CPNS.

Beritabalionline.com – Tahapan pelaksanaan test CPNS Pemprov Bali formasi 2019 yang dilaksanakan di bulan awal tahun 2020 mendapatkan atensi langsung dari legislator Renon. DPRD Bali berharap proses rekrutmen abdi negara itu bisa berlangsung fair dan bersih. Hal itu diungkapkan anggota komisi I DPRD Bali Made Rai Warsa, Kamis (30/1/2020).

“ Saya berharap penerimaan CPNS formasi 2019 yang pelaksanaan testnya tahun 2020 benar – benar fair. Tidak ada istilah titipan, tidak ada permainan. Harus bersih,” kata Rai Warsa tegas.

Politikus moncong putih asal banjar Sema, Payangan, Gianyar itu menyebutkan, dengan proses rekrutmen yang fair, para pelamar CPNS bisa datang dengan rasa optimis ketika mengikuti test.

“ Semua bisa datang dengan rasa optimis. Jangan sampai mereka berpikir sudah ada rasa tidak dapat sebelum mengikuti test, karena menduga sudah ada titipan si A si B atau si C,” ujar Rai Warsa.

Mantan wartawan senior itu menegaskan, untuk menjaga hasil test yang objektif, pihaknya mendukung penuh tidak adanya test wawancara.

“ Test wawancara itu bersifat pribadi. Sangat sulit terdeteksi. Pasti ada hasil subjektif. Makanya ditiadakan,” ujar Rai Warsa.

Menurutnya, dengan sistem CAT dimana hasil test langsung keluar begitu peserta selesai test, sangat sulit untuk bisa bermain karena semua peserta bisa mengetahui nilai masing – masing peserta.

Ditanya soal informasi penghapusan tenaga kontrak, Rai Warsa menyebutkan itu baru sebatas  wacana dari kementerian MENPANRB. Menurutnya, di Bali jumlah tenaga kontrak lumayan banyak. Tapi dengan banyaknya pensiunan setiap tahun yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan lima ratusan hingga tujuh ratusan orang hal itu harus dipertimbangkan dengan matang.

“ BKD harus mengevaluasi tenaga kontrak sesuai kebutuhan. Kalau memang memungkinan tenaga kontrak itu bisa diangkat menjadi CPNS sesuai kebutuhan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Rai Mantra Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-10 di Denpasar

Test CPNS Pemprov Bali dimulai Selasa (28/1/2020) yang dilangsungkan di kantor BPSDM Pemprov Bali. Total formasi yang direkrut sebanyak 653 orang. Sementara total pendaftar yang memenuhi persyaratan sebanyak 36225 orang. Sedangkan yang ikut test sebanyak 36193 orang. Ada 32 orang tidak ikut test SKD karena sudah mengikuti tahun sebelumnya, dan aturan memungkinkan untuk itu. (yaw)