Marak Kasus Skimming di Bali, Ini Pesan Polisi

Polda Bali ungkap kasus skimming yang melibatkan warga negara asing. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Bali telah menjadi sasaran pencurian data nasabah bank (skimming). Polda Bali mencatat di tahun 2019 telah menerima laporan skimming sebanyak 183 kasus.

“Dari 183 laporan, 11 telah diungkap. Untuk tahun 2020 ada sekitar 10 laporan. Pelaku yang sudah diamankan rata-rata warga asing,” terang Kasubdit V (Siber Crime) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suniaci, Rabu (29/1/2020) di Mapolda Bali.

Dikatakan, dalam menjalankan aksinya para pelaku berbagi tugas seperti ada yang berperan membawa alat, ada yang memasang alat serta berperan mengambil uang.

“Penarikannya tidak mesti di Bali, ada yang di Surabaya, bahkan ada yang di luar negeri. Korban mengetahui uangnya ditarik di Bali maka dia laporan ke Bali,” jelasnya.

Selain piawai saat beraksi, pelaku yang berasal dari Bulgaria, Ukraina dan beberapa negara lain ini memilih bungkam ketika ditangkap petugas kepolisian.

Bahkan ketika diperiksa mereka juga berkeras mengatakan tidak saling mengenal dengan satu sama lain, meski ditangkap di lokasi yang sama.

“Dari sekian banyak yang kami tangkap bukan satu jaringan. Tapi kemungkinan besar mereka saling kenal,” kata AKBP Suniaci.

Polda Bali lalu mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan dan selalu memastikan keamanan dari nomor PIN yang dimilikinya.

Di antaranya dengan tidak memberikan nomor PIN ATM kepada siapapun. Dalam melakukan transaksi pada mesin ATM agar menutup tombol keypad agar tidak mudah diketahui nomor PIN ATM.

“Selain itu lakukan pergantian nomor PIN secara berkala, dan apabila menemukan hal yang mencurigakan segera melapor kepada pihak berwajib,” pesan AKBP Suniaci. (agw)

BACA JUGA:  Berkas Dinyatakan Lengkap, Tiga Tersangka Kasus Korupsi LPD Gerokgak Segera Disidang