Jaga Persatuan, Gede Dana Harapkan Jagabaya Kukuh Emban Trilogi Semeton Pasek

Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat Jababaya Kecamatan Karangasem memperingati hari ulang tahunya yang digelar di Wantilan Kantor DPRD Karangasem.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Sebagai salah satu satuan tugas dari Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), Jagabaya diharapkan akan tetap menjadi corong program dari MGPSSR kepada warga Pasek, sehingga trilogi kepasekan yakni bakti, satya dan guyub menjadi lebih masuk di era kekinian. Pernyataan itu terungkap saat Jababaya Kecamatan Karangasem memperingati hari ulang tahunya yang digelar di Wantilan Kantor DPRD Karangasem, Selasa (28/1/2020) .

Tampak hadir pada peringatan ulang tahun tersebut, antara sejumlah tokoh Pasek seperti Ketua MGPSSR Karangasem I Gede Pawana, Ketua Jagabaya Kabupaten Karangasem Putu Sudana, dan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana.

Ketua Jagabaya Kecamatan Karangasem I Nyoman Ginantra Artana mengatakan, saat ini anggota Jagabaya Kecamatan Karangasem berjumlah 90 orang. Jagabaya Pasek Kecamatan Karangasem yang baru berusia setahun ini, ke depan diharapkan masing-masing dadia Pasek bisa mengirimkan wakilnya minimal dua orang.

“Nanti pada rekrutmen selanjutnya, minimal dua orang dari masing-masing dadia mengirimkan tenaga untuk memperkuat Jagabaya,” ujarnya.

Ginantra Artana mengaharapkan segenap semeton Pasek mampu meningkatkan bakti kepada Tuhan, tetap ingat dengan kawitan, satya kepada bhisama, dan guyub di pesemetonan.

Jagabaya Pasek sendiri, katanya, terbentuk dalam rangka murni untuk ngayah. “Tujuan kita murni ngayah, dan dalam ulang tahun kepertama ini kita fokus menguatkan internal Jagabaya Pasek,” ujarnya.

Sedangkan Ketua MGPSSR Karangasem I Gede Pawana, sangat mengapresiasi Jagabaya Pasek Kecamatan Karangasem yang pertama kali aktif. Pawana yang juga Perbekel Desa Duda Timur ini mengatakan, jika Jagabaya Kecamatan Karangasem sudah banyak berbuat ngayah kepasa leluhur.

Pawana menyebut, peringatan HUT kali ini merupakan momentun dan tonggak sejarah agar ke depan kegiatan serupa juga bisa digelar di masing-masing kecamatan.

“Hasil Mahasaba sudah jelas, yakni Jagabaya Pasek dengan fokus pada satu logo meru tumpang pitu, tidak ada yang lain,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jukung Nelayan Asal Jembrana Terbakar saat Melaut

Sementara itu, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana menyampaikan, keberadaan Jagabaya Pasek bisa menjadi contoh bagi semeton-semeton yang laninya.

Dikatakan Gede Dana, ngayah merupakan wujud bakti kepada Tuhan dan leluhur. Kalaupun ada yang membuat organisasi lainnya, yang penting tidak membuat perpecahan di masyarakat. “Ini bagian hormat kepada leluhur, jangan sampai nilas kawitan,” ujarnya.

Gede Dana mengatakan, warga bisa mempersatukan diri sudah sangat luar biasa. Apalagi semeton Mahagotra di delapan kecamatan persatuanya luar biasa. Ke depan, sebutnya, upacara pitra yadnya seperti ngaben, ngeroras bisa bersatu sangat luar biasa.

“Selaku penyelenggara pemerintah tentu sangat dibantu dengan persatuan ini, dan memudahkan pemerintah mengatur masyarakat. Siapa tahu nanti masyarakat bisa ngaben bersama, dan kalau bisa warga lain juga bisa menyatukan diri, akan sangat luar biasa untuk menyatukan Hindu,” pungkasnya.(knk)