Gubernur Koster Diminta Segera Legalkan Arak Bali

Gubernur Wayan Koster menerima perwakilan petani arak.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Petani arak asal Kabupaten Karangasem didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana, menemui Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar, Selasa (28/1/2020). Kedatangan petani arak asal Karangasem ini, dengan harapan Gubernur Bali Wayan Koster mampu memberikan perlindungan kepada petani arak. Keberadaan mereka selama ini tidak pernah tenang lantaran belum ada payung hukum yang memayungi hasil produksinya.

Menyikapi keinginan dan harapan petani arak, bak gayung bersambut, pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, kini tengah serius mempersiapkan dan merancang kebijakan untuk melegalkan arak tradisional Bali. Kebijakan ini nantinya akan mengatur tentang pengolahan atau produksi serta penjualannya.

“Kebijakan melalui Pergub Tata Kelola Minuman Nusantara Khas Bali ini diharapkan bisa cepat selesai dan segera diberlakukan demi peningkatan ekonomi petani arak tradisional yang ada di Bali,”ujar Gubernur Wayan Koster saat menerima petani arak Karangasem didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan Arak hasil produksi petani Karangasem inj sudah memiliki brand sendiri di masyarakat dan sudah banyak yang mengenal. Menurutnya hasil produksi ini merupakan minuman tradisional Bali yang harus dijaga dan lestarikan. “Saya telah membuat kebijakan (Pergub-red) terkait dengan Tata Kelola Minuman Nusantara Khas Bali. Nanti akan diatur bagaimana produksinya dan pemasarannya. Semua akan dikendalikan dengan baik,”janji mantan anggota DPRRI ini.

Gubernur Koster menambahkan, pihaknya ingin nantinya para petani atau perajin arak tradisional Bali bisa mendapatkan payung hukum yang jelas serta wadah untuk mereka mengembangkan usahanya yang lebih maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Dalam pertemuan petani tersebut, Gubernur Koster ingin dibuatkan koperasi khusus para petani arak. Bila perlu hulu dan hilirnya mereka adalah di koperasi. “Saya akan kembangkan menjadi industri karena saya ingin agar arak tradisional Bali ini bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  200 UMKM Kuliner Denpasar Ikuti Food Test Serangkaian Denfest 2019

Sementara itu, para perajin arak Bali yang hadir didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana menyambut baik langkah Gubernur Bali yang telah mempersiapkan kebijakan terkait legalitas arak tradisional Bali ini. Mereka berharap dengan adanya legalitas maka para petani atau perajin arak bisa bersikap tenang terkait hukum. Saat ini, di wilayah Karangasem yang paling banyak produksi araknya adalah Kecamatan Abang dan Kecamatan Sidemen. (yaw)