Curi Data Nasabah Bank, Dua WN Bulgaria Diciduk Polda Bali

Dua tersangka pencurian data nasabah bank (skimming) asal Bulgaria yang diamankan polisi. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus pencurian data nasabah bank (skimming) kembali diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali. Lagi-lagi pelakunya warga negara (WN) asing asal Bulgaria.

“Dua orang warga asing asal Bulgaria kami amankan masing-masing bernama Metodi Angelov Nikolov (39) dan Yanko Naydenov Borisov (33),” terang Wadir Krimsus Polda Bali AKBP Bambang Tertianto, Rabu (29/1/2020) di Mapolda Bali.

Pengungkapan kasus berawal dari banyaknya laporan kasus skimming di wilayah Polda Bali. Subdit V (Siber) Ditreskrimsus bersama satgas CTOC Polda Bali kemudian melakukan penyelidikan secara intensif di seputaran Canggu, Badung.

Tiga hari menyanggong, polisi menangkap salah satu pelaku bernama Metodi Angelov Nikolov saat sedang melepas kamera tersembunyi yang dimodifikasi di salah satu mesin ATM, Jumat (17/1/2020).

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas kepolisian menemukan tiga buah kamera tersembunyi di dalam mobil pelaku.

“Kamera tersembunyi tersebut dimodifikasi seperti Tap Cash e-money ATM BNI,” terang Wadir Krimsus.

Hasil pengembangan, polisi kembali menangkap Yanko Naydenov Borisov di sebuah villa seputaran Seminyak, Kuta, Badung.

AKBP Bambang menjelaskan, modus pelaku yaitu memasang peralatan berupa satu set router di bagian modem mesin ATM yang berfungsi untuk mengambil atau mengcopy data nasabah.

“Dari pengakuan pelaku, alat mereka bawa dari luar negeri. Alat itu untuk mengetahui PIN nasabah Bank. Kerugian berapa rupiah belum bisa diketahui, namun yang pasti dari pihak Bank mengalami kerugian material karena mereka merusak alat di mesin ATM,” jelasnya.

Dalam penangkapan polisi mengamankan barang bukti berupa satu set Wifi Router, empat buah kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai Tap Cash e-money BNI, serta satu unit mobil merk Suzuki Splash warna silver.

BACA JUGA:  Selama Oktober 2021, Polresta Denpasar Bekuk 41 Pelaku Kejahatan

Para pelaku dikenakan Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-undang R.I. No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (TTE) jo Pasal 55 KUHP yaitu tindak pidana illegal akses dengan ancaman hukuman pidana penjara
paling lama 8 tahun dan denda Rp800 juta. (agw)