Tes CPNS Sudah Pakai Komputer, Kok Masih Percaya Jimat? Ini Alasannya

Sekda Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala BKD Bali Ketut Lihadnyana dan Kepala BPSDM Bali Gede Darmawa memberikan pengarahan kepada peserta SKD CPNS. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dalam pelaksanaan tes seleksi CPNS yang lalu-lalu terindikasi ada sejumlah peserta yang ketahuan membawa benda-benda yang diduga jimat. Jimat-jimat tersebut tentu diharapkan dapat membantu memuluskan jalan mereka untuk lolos tes seleksi CPNS.

Padahal, teknis pelaksanaan tes CPNS saat ini sudah cukup maju dengan menggunakan komputer. Tapi masih ada peserta yang percaya menggunakan jimat. Mereka dinilai kurang percaya terhadap kemampuan diri masing-masing.

Cara-cara yang tidak rasional tersebut harusnya saat ini tidak perlu dilakukan, apalagi sekarang era digital. Tesnya saja pakai komputer,

Bertalian dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengingatkan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov Bali untuk tidak mempercayai penggunaan jimat yang kemungkinan diyakini bisa membantu meloloskan menjadi calon abdi negara.

“Saya yakinkan, jimat apapun, tak akan bisa menolong karena itu yang membuat adalah dukun. Sedangkan, di sini yang kita gunakan adalah teknologi. Jadi silahkan dilepas,” kata Sekda Dewa Indra saat memantau dan memberi pengarahan hari pertama pelaksanaan SKD CPNS Pemprov Bali, di Kantor BPSDM Provinsi Bali, di Denpasar pada Selasa (28/1/2020).

Birokrat yang juga bertindak selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS Provinsi Bali ini pun berharap agar para peserta tak punya pikiran kalau mereka akan kalah bersaing karena tak punya siapa-siapa di Pemprov Bali.

“Tak boleh punya pikiran begitu. Kami yang di depan ini tak bisa menolong, termasuk saya. Yang bisa menolong kalian hanya kekuatan doa dan pengetahuan. Nanti di ruangan yang kalian hadapi hanya komputer, kerjakan soal-soal dengan mandiri,” ujarnya sembari menjamin bahwa seluruh proses seleksi akan berlangsung tanpa manipulasi, semuanya transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 379 Orang, Meninggal Dunia 9 Orang, Positif 381 Orang

Di sisi lain, Dewa Indra juga menyinggung jumlah pelamar yang jauh melampaui kuota yang dibutuhkan. Total jumlah pendaftar untuk CPNS Pemprov Bali dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota mencapai 36.225, sedangkan yang mengikuti SKD sebanyak 36.193.

Selisih itu disebabkan 32 peserta memilih tak lagi mengikuti SKD karena sudah mengantongi nilai pada tes serupa tahun sebelumnya dan itu dimungkinkan oleh aturan. Oleh sebab itu, Dewa Indra mengingatkan para peserta agar siap menerima hasil tes.

“Dengan banyaknya jumlah pelamar, sudah pasti ada diantara kalian yang tak lolos. Tetapi kalian harus tetap semangat, tunjukkan kemampuan maksimal dan kami meyakinkan seluruh prosesnya berjalan fair,” ucap Dewa Indra didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana itu.

Usai memberi pengarahan, Sekda Dewa Indra memantau proses registrasi hingga para peserta masuk ke ruang ujian. Demi kelancaran pelaksanaan ujian, pihak panitia menyiapkan loker khusus untuk menyimpan tas para peserta. Jam tangan, anting-anting dan aksesoris lainnya tidak diperkenankan digunakan peserta ketika masuk ruang ujian.

Hasil tes CAT bisa langsung dilihat di layar komputer dan bisa dicatat oleh peserta. Nilai itu juga akan ditempel di papan pengumuman 15-30 menit setelah tes selesai.

SKD CPNS di Provinsi Bali Bali akan berlangsung dari 28 Januari sampai 17 Februari 2020. Selain Provinsi Bali, ada sejumlah kabupaten/kota yang membuka formasi PNS tahun ini yaitu Denpasar, Buleleng, Jembrana dan Klungkung.

Dalam pelaksanaan SKD, pihak panitia menyediakan dua ruangan ujian dan tiap sesi diikuti 400 peserta. Dalam sehari akan dilaksanakan lima sesi tes sehingga jumlahnya mencapai 2.000 peserta/hari.

 

Tingkatkan Kepercayaan Diri
Zaman memang sudah bergulir modern. Uniknya, masih ada orang yang percaya dengan jimat atau hal-hal yang berbau supranatural.

BACA JUGA:  Dekan Fakultas Hukum Unmas Denpasar Apresiasi Tiga Tahun Kepemimpinan Gubernur Koster

Jimat atau disebut juga azimat adalah sejenis barang atau tulisan yang diyakini dapat membawa keberuntungan, melindungi sang pemiliknya, menangkal penyakit, dan memudahkan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.
Benda yang berenergi supranatural ini biasanya memiliki bentuk dan rupa yang beragam, seperti cincin, anggota tubuh hewan, batuan mineral hingga keris.

Dilansir Live Science, menurut Yiftah Shalev, salah satu tim arkeologi Israel Antiquities Authority (IAA), sejak zaman dahulu jimat digunakan untuk mencari perlindungan dari sesuatu yang jahat.

“Tujuan jimat seperti ini adalah untuk mendapat perlindungan pribadi,” kata Shalev.
Bahkan, hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, mengatakan, benda keberuntungan seperti gelang, cincin, batu spesial atau perhiasan sentimentil sering dianggap membawa keberuntungan.

Penelitian yang melibatkan warga Jerman melakukan eksperimen untuk menggunakan benda keberuntungan.
Hasil penelitian menunjukkan, saat menggunakan benda tersebut, mereka merasa lebih baik dalam menyelesaikan permainan memori di komputer, dibandingkan yang tidak menggunakan benda keberuntungan sama sekali.

“Benda takhayul rupanya meningkatkan kepercayaan diri seseorang,” kata salah satu peneliti, Lysann Damisch.
Dengan membawa jimat seseorang makin yakin dan menambah kepercayaan diri hingga mampu mempelancar pekerjaan dan tugas-tugas penting mereka.

Jimat yang dipakai pun dalam bentuk beragam. Ada berbentuk besi tua, rajah, cincin permata, keris dan lain-lain.
Rupanya jimat yang juga diyakini bisa membawa keberuntungan ini pun dibawa oleh puluhan peserta tes seleksi calon pengawai negeri sipil (CPNS). Hal itu diketahui setelah petugas menemukan jimat yang disimpan para peserta tes CPNS di tas bahkan di dalam pakaian dalam mereka.

Rata-rata peserta tes mendapatkan jimat itu dari orang tua mereka, tokoh agama, hingga orang pintar. *tra