Kejati Bali Terima Berkas Dua Tersangka Pengemplang Pajak yang Rugikan Negara Rp1,3 Miliar

Aspidsus Kejati Bali Nyoman Sucitrawan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejati Bali menerima berkas pengemplang pajak senilai Rp 1,3 miliar lebih dari kantor pajak . Dua orang masing-masing perusahaan yakni Direktur dan Komisaris langsung dilakukan penahanan di Kejari Badung.

Aspidsus Kejati Bali Nyoman Sucitrawan yang dikonfirmasi wartawan di Denpasar, Rabu (22/1/2020), mengatakan pihaknya sudah menerima pelimpahan tahap 2 kasus ini mulai tahun 2019. Akibat ulah dua pengemplang pajak ini negara dirugikan hingga Rp1,3 miliar lebih.

Kasus ini terjadi di PT Jaya Bali Sejahtera yang dilakukan oleh tersanga Elfin Rudianto Sitorus. Diduga telah terjadi tindak pidana dibidang perpajakan oleh wajib pajak PT Jaya Bali Sejahtera, NPWP : 66.689.043.9-906.000.

Para tersangka dengan sengaja tidak menyampaikan laporan pajak sebagaimana mestinya.

“Atas perbuatan tersangka, dapat mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1.344.553.713. Ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) hurf d atau ke huruf d atau ke huruf i UU No.28 tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas UU No.6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan. Jo UU No.6 tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No.16 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” terangnya.

Berikutnya tersangka I Made Sudaris di perusahaan yang sama juga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp101.322.963. Kronologinya kata dia, ada perusahaan yang bergerak di bidang jasa kemudian ada kegiatan kontrak tahun 2014, namun transaksinya dilakukan di tahun 2015 dan 2016.  (itn)

BACA JUGA:  Diedarkan di Canggu, Pelatih Surfing Sudah 5 Kali Pesan Ganja dari Aceh