Cucu Presiden Soeharto Akui Terima Dua Mobil Terkait Investasi MeMiles

Ari Sigit. (foto : Tempo.co)

Beritabalionline.com – Diperiksa selama 6 jam, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Haryo Sigit, cucu mantan Presiden Soeharto itu mengaku dicecar sekitar 39 pertanyaan soal investasi bodong MeMiles. Uniknya, Ari mengakui sebagai member dan menerima 2 hadiah mobil dari investasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Ari usai menjalani pemeriksaan terkait dengan keterlibatannya di MeMiles. Ari menyatakan, kedatangannya ke Polda Jatim ini dalam rangka memberi kesaksian soal investasi MeMiles yang diikutinya.

“Saya selaku warga negara yang baik, saya mendapat pemanggilan, saya hadir di sini untuk memberikan kesaksian dan untuk lebih detailnya nanti lawyer kami akan menjelaskan juga pak Kabid Humas juga akan menjelaskan,” katanya, Rabu (22/1/2020), dilansir merdeka.com.

Dikonfirmasi soal statusnya di MeMiles, Ari mengaku jika dirinya adalah member. dia juga mengakui telah menerima hadiah dari MeMiles, berupa dua mobil yang sudah diserahkannya ke polisi.

“Iya member..ha..ha..ha…Mobil sudah kita serahkan, ada dua,” pungkasnya.

Soal aliran dana dari MeMiles? Ari enggan mengungkapkannya. Ia pun melemparkannya ke kuasa hukum yang mendampinginya. Sayangnya, kuasa hukum yang mendampingi, juga tidak menjelaskan lebih lanjut soal aliran dana yang diterima oleh Ari Sigit.

“Nanti semuanya dari lawyer, makasih semua ya,” ujarnya.

Sementara itu, pengakuan Ari soal statusnya sebagai member bertolak belakang dengan pernyataan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan yang menyebut ada aliran dana yang masuk ke keluarga Cendana tanpa perlu melakukan proses top up sebagaimana layaknya member investasi bodong MeMiles.

Kapolda mengatakan, AHS disebut bukan member dari MeMiles meski menerima aliran dana. Dan sang istri lah, Frederica Francisca Callebaut, yang menjadi member dari investasi bodong tersebut.

BACA JUGA:  Pemerintah Ingin Tarif Tes Swab Bisa Dijangkau Masyarakat

“Inilah yang kami tangani, berapa aliran dana yang diterima dan sebagai apa. Namun di dalam ini tidak ada sebagai member (Ari), tidak top up tapi ada aliran dana masuk. Kalau istrinya memang top up member. Demikian,” katanya, Rabu (22/1).

Kasus investasi bodong MeMiles dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 5 tersangka yaitu Kamal Tarachan (47), selaku Direktur PT Kam n Kam; Suhanda (52), sebagai manajer.

Kemudian dr Eva Martini Luisa, sebagai motivator; Prima Hendika, Kepala Tim IT Memiles, serta W, orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp124 miliar, 20 an unit mobil, dua sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.