Tiga Tahun Terakhir, KPPAD Bali Catat 40 Bayi Dibuang

Tas berisi jasad bayi berkelamin perempuan yang dibuang ke sungai. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dalam sepekan terjadi dua kali pembuangan mayat bayi di wilayah hukum Polresta Denpasar. Kasus ini mengundang keprihatinan banyak pihak termasuk Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali.

“Sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 kasus pembuangan bayi berjumlah 40 kasus, baik bayi dalam kondisi hidup maupun meninggal,” kata Bidang ABH KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini, SH., Selasa (21/1/2020) di Denpasar.

Yang memprihatinkan lanjutnya, di awal tahun 2020 kembali terjadi penemuan dua jasad bayi dalam waktu sangat berdekatan sebagai diberitakan.

Menurutnya, perbuatan ini adalah kejahatan pada anak bahkan sudah melanggar hak hidup anak yang merupakan hak yang paling hakiki sebagai manusia.

Untuk itu KPPAD BALI mengecam tindakan pembuangan bayi dan mendorong aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

“Kasus seperti sudah terus berulang, harapan kami semua pihak bersuara dan sepakat bahwa tindakan pembuangan bayi adalah kejahatan,” sebutnya.

Seperti diketahui, mayat bayi berkelamin perempuan ditemukan di bantaran sungai belakang Pura Wates, Jalan Imam Bonjol, Banjar Buagan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 08.15 WITA.

Penemuan berawal ketika I Made Sudiarsa (31) akan membersihkan jaring sampah yang berada di sungai.

Ketika saksi yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Denpasar ini turun ke sungai, dilihatnya tas ransel warna hitam merk National Geographic.

Karena penasaran, oleh saksi tas kemudian dibuka. Saksi berteriak kaget karena di dalam tas berisikan bayi perempuan sudah meninggal dunia.

Dugaan awal bayi malang tersebut baru lahir karena ari-arinya masih lengkap dan dibungkus celana pantai bermotif bunga hijau berdasar putih.

BACA JUGA:  Mancing di Pantai Mimba Padangbai, 3 Warga Karangasem Dikabarkan Belum Pulang

Saksi lalu naik ke atas dan memberitahu temannya bernama Andi Martana (24) bahwa ada mayat bayi perempuan di dalam tas ransel terapung di sungai. (agw)