Divonis 4 Tahun Penjara, Gadis Manis Asal Buleleng Menangis

Terdakwa Ketut Ayu Arsani saat menjalani sidang putusan di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Ketut Ayu Arsani, gadis manis berusia 19 tahun asal Buleleng ini hanya bisa menangis saat mendengar dirinya diganjar hukuman 4 tahun penjara hanya gara-gara membeli dua butir pil ekstasi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Mase Pasek dalam sidang, Selasa (21/01/2020), menyatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak menyimpan, menguasai, memiliki, atau menyediakan narkotika.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika. “Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun potong selama terdakwa dalam tahanan,” demikian vonis hakim yang dibacakan di muka sidang.

Vonis ini lebih ringan setahun dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Unum (JPU) Hari Soetopo yang pada sidang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum 5 tahun penjara.

Selain menjatuhkan pidana penjara, hakim juga menghukum agar terdakwa membayar denda Rp800 juta.” Apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan,” tegas hakim sembari mengetuk palu tanda sidang usai.

Atas vons itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan menerima.

Untuk diketahui, terdakwa diadili setelah sebelumnya ditangkap polisi di areal parkir McDonald, Jalan Gatot Subroto Tengah No.238, Denpasar Utara.

Saat itu dirinya ingin membeli ekstasi untuk dikonsumsi sendiri bersama temannya Fani. Berawal saat terdakwa menghubungi seseorang bernama Nofi (DPO) pada Senin, 19 Agustus 2019, sekitar pukul 02.00 WITA untuk membeli 2 butir pik ekstasi seharga Rp1 juta.

Setelah bersepakat, dia bersama Nofi kemudian bertemu di pinggir Jalan Malboro depan McDonald sekitar pukul 02.30 WITA. Setelah mendapat dua butir ekstasi, Ayu langsung menghubungi temannya bernama Fani untuk nongkrong di Mc Donald, Jalan Gatot Subroto.

BACA JUGA:  Gara-gara Utang Rp515 Ribu, Nyawa Sri Widayu Melayang di Tangan Basori

Sialnya yang datang bukannya temannya, tetapi terdakwa langsung didekati petugas yang mengaku polisi dan sekaligus melakukan penggledahan. Dari tangan terdakwa, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi 2 butir pil ekstasi. (sar)