Pilkel Gianyar, Kader PDIP Unggul 21 Desa

I Made Mahyastra.

Beritabalionline.com –PDIP sebagai Partainya warga Gianyar, terget ini rupanya masih membutuhkan banyak perjuangan oleh seluruh komponan Partai Banteng Moncong Putih di Bumi seni. Terbukti dari 29 desa yang mengikuti Pilkel serentak,  Minggu (19/1/2020), jagoannya tidak semua lolos.

Di sejumlah desa calon Perbekel dari Partai Golkar dan lainnya masih bertahan  dan mengungguli calon yang dijagokan PDIP. Dari data sementara yang diterima, PDIP hanya mampu memenangkan kadernya di 21 desa. Dalam pilkel ini calon perbekel dari PDIP, Kandas di Desa Sukawati, Batubulan, Singapadu, Saba, Petulu, Babakan, Pering dan Sidan. Namun demikian, PDIP masih berbangga kemenangan kadernya ada yang meraih suara sampai 90% sehingga menang mutlak. Seperti halnya Pilkel di Desa Tegalalang, dimenangi hampir 95% suara. Begitu juga dengan Desa Bukian dengan kemenangan hampir 95% suara.

“Harapan kami , PDIP bisa sapu bersih atu  100%, namun toh ada yang tumbang,” ungkap Ketua DPC PDIP Gianyar Made Mahayastra. Meksi belum mampu unggul di semua desa, pihaknya sedikit terobati karena ada kader mudanya yang memenangi Pilkel. Apalagi menurutnya perbekel muda memiliki energi lebih dan visioner untuk membangun desa.

“Yang muda, potensinya bagus dan memiliki inovasi, sehingga desa cepat berlembang,” jelasnya. Di siis lain, kepada perbekel yang memenangi Pilkel diharapkan agar program pembangunan kabupaten bisa sinkron nyambung dengan program desa. “Programnya harus nyambung, sehingga pembangunan bisa lebih cepat terwujud,” jelasnya lagi.

Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana menyebutkan pelaksanaan Pilkel berlangsung aman dan tertib. Bahkan tingkat partisipasi pemilih diatas 90%. “Suasana kondusif, aman dan semua berjalan denga baik,” jelasnya. Personil PAM TPS dari Polres Gianyar masih disiagakan sampai perhitunga  suara selesai dan sampai kotak suara dibawa ke kantor desa, untuk perhitungan final. (yaw)

BACA JUGA:  Ny Putri Koster: Kreativitas Seni Tidak Boleh Mati di Era Pandemi Covid-19