Terjerat Kasus Kredit Fiktif, Mantan Ketua LPD Gerokgak Ditahan

Komang AP (tengah) saat menjalani proses pelimpahan di Kejati Bali. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21), tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Kamis (16/1/2020) melimpahkan berkas acara dan tersangka kasus dugaan korupsi di LPD Desa Pakraman Gerokgak yang menyeret Mantan Ketua LPD sebagai tersangka.

Tak hanya itu, penyidik juga memutuskan langsung menahan tersangka Komang AP. Nilai kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini mencapai Rp 1,3 miliar. Diketahui, nilai kerugian ini timbul karena adanya kredit fiktif yang terjadi sejak tahun 2008 hingga 2016.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Idianto SH MH mengatakan Penyidik Pidsus Kejati Bali sudah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Tim Jaksa Penuntut Umum di Kejari Buleleng. Kasus ini dilimpahkan ke Kejari Buleleng karena tempat kejadian perkara ada di Buleleng.

“Atas perbuatan tersangka tersebut diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1,3 miliar,” katanya, pada Kamis (16/1/2020). “Kami sudah melakukan penahanan pada hari ini,” tegasnya. Dasar penahanan adalah alasan obyektif karena pasal ancamannya di atas 5 tahun, karena di atas 5 tahun JPU bisa melakukan penahanan.

“Kemudian alasan lainnya adalah untuk penuntasan perkaranya, jadi kita busi fokus. Jadi suatu saat jika kami memerlukan pemeriksaan tidak khawatir melarikan diri atau menghilangkan barang buktu,” terangnya.

Dijelaskan Idianto, kasus yang ini berawal ada nasabah yang menarik tabungan ke LPD Gerokgak, namun pihak LPD malah hanya menjanjikan penarikan karena tidak uang. “Akhirnya timbul kecurigaan masyarakat karena yang lain juga mengalami hal yang sama, saat akan menarik tabungan uang tidak ada,” jelasnya.

Akhirnya kejaksaan melakukan pendalaman penyelidikan dan penyidikan. “Dapat disimpulkan di situ ada indikasi penyimpangan. Dengan kerugian Rp1,3 miliar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mayat Bayi Perempuan Tanpa Kepala Ditemukan Terapung di Tukad Ayung

Saat kasus ini disidik yang bersangkutan masih menjabat sebagai Ketua LPD. Kasus ini terjadi sejak tahun 2008 sampai 2016. “Kemungkinan masih ada tersangka lain,” ungkapnya, seraya menambahkan, saat ini proses penyidikan masih terus berjalan. (sar)