Ngaku Kehilangan Barang, Turis Australia Hajar Sopir Taksi di Kuta

Turis Australia yang memukul sopir taksi di Kuta. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Wisatawan asing yang berlibur ke Bali kembali berulah, perilaku mereka tampak semakin liar. Kasus terbaru wisatawan asing berulah di Pulau Dewata itu dilakukan oleh seorang turis asal Australia bernama Tore Gerard Vicenzo Bempasciuto (23) yang menganiaya sopir taksi bernama Saiful Nurokhim (43).

“Pelaku memukul mulut dan mata pelapor sehingga pelapor jatuh ke trotoar,” terang Kapolsek Kuta Kompol Teuku Ricky Fadlianshah, Rabu (15/1/2020) di Kuta.

Aksi pemukulan bermula ketika korban tengah ngobrol dengan sopir taksi lain bernama Zainal (36) di Jalan Legian Kelod, seberang Lexxy Bali Bar Kuta, Badung, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 04.15 WITA.

Tak berselang lama datang pelaku berjalan kaki bersama teman wanitanya sembari marah-marah. Tiba-tiba pelaku mendekati korban dan menyundulkan kepalanya ke kepala korban.

Zainal yang melihat kemudian bertanya kepada pelaku, “what happen?” dan dijawab pelaku “from Bali steal all together”. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil handphone milik korban dan membawa kabur.

“Korban mengejar pelaku untuk meminta handphone miliknya namun pelaku malah memukul korban sebanyak dua kali dan mengenai mulut dan hidung korban hingga berdarah. Sopir taksi lain yang berusaha melerai juga dipukul pelaku di pelipis kirinya,” jelas Kapolsek.

Turis yang menginap di Villa Puri Bagus No. 5 Legian, Kuta, Badung ini kian beringas. Ia lalu melempar handphone milik korban ke tembok hingga hancur berantakan. Korban sempat memegang pelaku namun pelalu berontak dan berlari.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta yang menerima laporan kemudian melakukan pencarian dan menangkap pelaku saat sembunyi di lantai 3 Indomaret, Jalan Legian, Kuta, Badung.

BACA JUGA:  Kapolresta Ancam Tindak Korlap Demo Pendukung Jerinx

Kepada polisi, pelaku mengatakan alasan memukul korban karena ia sempat kehilangan uang dan iPhone 11 miliknya saat menikmati hiburan di Bounty Night Club, Kuta.

“Keluar dari Bounty, pelaku mengaku handphonenya hilang. Saat berjalan di TKP, pelaku melihat korban mirip dengan orang yang mengikutinya selama di Bounty,” ucap Kapolsek. (agw)