Bekuk Dua Kurir Narkoba, Polisi Amankan 1.450 Butir Ekstasi dan 180 Gram Sabu

Harmanto saat diamankan di Mapolresta Denpasar dan memperlihatkan narkoba yang dia edarkan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua pengedar narkoba bernama Harmanto Agung (33) dan Narayana (23) digelandang ke Mapolresta Denpasar. Dari kedua tersangka diamankan barang bukti ekstasi sebanyak 1.450 butir ekstasi dan 180 gram sabu.

“Kedua tersangka ditangkap di tempat terpisah,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Polisi. Ruddi Setiawan, Rabu (15/1/2020) di Mapolresta Denpasar.

Narayana dibekuk personel Satresnarkoba Polresta Denpasar di Jalan Danau Tempe No.9, Denpasar Selatan, Sabtu (11/1/2020) pukul 09.30 WITA.

Penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan masyarakat bahwa di Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan sering dijadikan transaksi narkotika. Saat digeledah, petugas tidak menerima barang bukti.

Namun ketika dilakukan penggeledahan di rumahnya di Jalan Raya Batu Pageh, Ungasan, Badung, petugas menemukan satu plastik pres berisi sabu dengan berat bersih 99,23 gram dan 11 plastik pres warna silver berisi 700 butir ekstasi.

Kepada polisi, tersangka mengaku disuruh oleh seseorang biasa dipanggil Komang yang berada di dalam LP Kerobokan untuk memecah dan mengatur sesuai alamat yang diperintahkan oleh Komang.

“Tersangka berperan sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp1 juta setiap minggu apabila berhasil mengirim sabu dan ekstasi,” terang Kapolresta.

Di hari yang sama, petugas meringkus Harmanto di Jalan Tukad Irawadi, Panjer Denpasar Selatan, Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 15.00 WITA. Ketika digeledah, petugas menemukan barang bukti 8 plastik pres berisi 750 butir ekstasi di saku celana tersangka.

Untuk pengembangan, tersangka digelandang ke kosnya yang berjarak tidak jauh dari lokasi penangkapan. Hasil penggeledahan, petugas kembali menemukan 115 plastik pres berisi sabu dengan berat bersih 81,61 gram di bak mesin pompa air depan kamar kos tersangka.

BACA JUGA:  Sebelum Membunuh Cewek BO, Pelaku Sudah Punya Niat Rampok Barang Korban

Saat diperiksa, tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba tahun 2014 silam ini mengaku jika barang diperoleh dari seseorang biasa dipanggil Bikul yang tidak diketahui keberadaannya.

“Tersangka berperan sebagai kurir dan sudah 5 kali menempel sabu dan ekstasi. Sekali nempel, tersangka diberi upah Rp50 ribu oleh Bikul yang tidak diketahui keberadaannya,” jelas Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat saat mendampingi Kapolresta. (agw)