Simpan 14 Paket Sabu, Petani Asal Galiukir, Tabanan Dituntut 8 Tahun Penjara

Terdakwa Ida Bagus Putu Susila Manuaba di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Seorang petani asal Galiukir, Kabupaten Tabanan bernama Ida Bagus Putu Susila Manuaba (33) yang kedapatan menyimpan 14 paket narkotika jenis sabu sabu, dituntut hukuman 8 tahun penjara saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (14/1/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Rai Artini dalam amar tuntutannya yang dibacakan di muka sidang menyatakan terdakwa yang tinggal di Banjar Dinas Galiukir Kelot itu terbukti bersalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU narkotika.

Terdakwa terbukti secara dan meyakinkan bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum menyimpan, menguasai, memiliki, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim yang mengadali dan memeriksa perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu dalam amar tuntutannya.

Selain itu jaksa juga menuntut agar terdakwa membayar denda Rp 800 juta. ”Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama tiga bulan,” tandas JPU dalam surat tuntutannya yang dibacakan dihadapkan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi tim kuasa hukum dari PBH Peradi Denpasar meminta waktu seminggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis. ”Kami minta waktu seminggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,” ujar salah satu kuasa hukum terdakwa.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dalam sidang sebelumnya mengungkap, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 12 September 2019 sekira pukul 03.30 WITA di depan Baki Wine Strore Jalan Sanset Road. Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat.

BACA JUGA:  Tahanan Titipan Jaksa di Rutan Polresta Jalani Test Swab Sebelum Dipindah

Atas laporan masyarakat yang mengebut bahwa terdakwa yang sering dipanggil Gus Tu memiliki narkoba, tim polisi dari Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan di seputaran Jalan Sanset Road. Pada saat melakukan penyelidikan, salah atau petugas melihat seorang lelaki-laki (terdakwa) sedang duduk di atas sepeda motor.

“Saat itu petugas langsung mendekati terdakwa dan menanyakan identitasnya, yang dijawab oleh terdakwa bahwa dia bernama Gus Tu,” ujar jaksa dalam dakwaannya.

Mengetahui pria tersebut bernama Gus Tu, polisi langsung melakukan penangkapan sekaligus penggeledahan.

Setelah itu polisi bertanya kepada terdakwa apakah dia memiliki atau menyimpan sabu yang dibawa. Kemudian dijawab terdakwa, iya. Sejurus kemudian terdakwa menyerahkan sebuah tas warna coklat kepada petugas yang setelah dibuka ternyata di dalam tas terdapat 14 paket sabu dengan berat bervariasi.

Kepada petugas terdakwa mengaku barang bukti sabu dengan berat total 2,86 itu adalah miliknya yang diambil dari orang bernama Erik pada tanggal 9 September 2019 lalu.

“Saat itu terdakwa juga mengaku baru saja menempel sabu atas perintah Erik,” pungkas jaksa. (sar)