Jalan Penghubung Tegenungan- Sukawati Ditarget Rampung Akhir Tahun

Pemkab Gianyar melalui OPD terkait langsung turun meninjau kondisi terkini jalan penghubung tegenungan Sukawati.(foto: yesiariska)

Beritabalionline.com – Pasca longsor 2 tahun silam, jalan antara Tegenungan dan Sukawati masih saja dilewati warga meski tanda larangan sudah dipasang di beberapa titik. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkab Gianyar melalui OPD terkait pasca pemberitaan di media tentang salah satu warga yang mobilnya hampir terperosok karena memaksa melintasi di jalan tersebut. Pemkab Gianyar melalui OPD terkait langsung turun meninjau kondisi terkini jalan tersebut, Selasa (14/1).

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Gede Suastika saat meninjau lokasi mengatakan, pasca longsor awal 2018 lalu, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dengan beberapa pertimbangan terutama dari aspek keselamatan warga yang melintas, mengambil kebijakan untuk membuat jalan baru penghubung Desa Tegenungan dengan Desa Sukawati. Saat itu, ditindaklanjuti dengan mohon bantuan dana untuk penanganan longsor ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat oleh BPBD Kabupaten Gianyar.

“Pak Bupati mengambil kebijakan membuat jalan baru, karena longsor sudah berulang kali terjadi di jalan tersebut karena struktur tanahnya labil,” kata Ngurah Suastika. Saat ini proses pembebasan lahan kurang lebih 28 are untuk jalan baru tersebut sudah rampung di tahun 2019. Untuk proses pengerjaan fisik juga sudah mulai dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar karena dana bersumber dari bantuan BNPB Pusat.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, A A Oka Digjaya dihubungi terpisah mengatakan, saat ini proses pengerjaan jalan baru penghubung Tegenungan -Sukawati masih dalam proses penyelesaian administrasi. Hal ini dikarenakan, dana bantuan dari BPPB Pusat berupa Rahabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana sebesar Rp4,2 miliar baru masuk akhir 2019 lalu. Meski demikian, percepatan proses pengerjaan dilakukan dengan menyelesaikan segera proses administrasinya mengingat jalan Tegenungan Sukawati sangat penting bagi masyarakat.

BACA JUGA:  31 Juli, Gubernur Bali Resmi Buka Pintu Masuk Wisatawan Nusantara

“Kita selesaikan dulu administrasinya, sehingga pertengahan tahun ini kita bisa mulai pengerjaan fisiknya dan akhir tahun ini ditargetkan sudah rampung. Kami harap warga bersabar hingga rampung dikerjakan, dan sementara mencari alternatif jalan lain yang lebih aman,” kata A A Oka Digjaya.

Sementara dihubungi terpisah terkait dengan banyaknya warga yang memaksa melewati jalan Tegenungan- Sukawati yang longsor, Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Made Gede Asta Wiguna mengatakan, atas arahan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ginyar akan melakukan tutup permanen terhadap akses jalan tersebut. Mengingat, kondisi tanah yang labil jika dipaksa untuk dilewati akan membahayakan warga yang melintas. Terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan, jadi sangat berbahaya untuk dilewati.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba. Tanda larangan untuk melintas di jalan Tegenungan Sukawati telah dipasang sejak 2018 lalu setelah terjadinya longsor. Baik di akses masuk melalui Tegenungan maupun melalui Sukawati. Bahkan sempat dipasangi palang kayu dan drum namun warga tetap saja nekat melintas meski berbahaya dan tidak menghiraukan tanda larangan tersebut. (yes)