Cegah Pembajakan dan Diklaim Pihak Lain, Musisi Bali Diingatkan Pro-aktif Daftarkan Hak Cipta

Wagub Cok Ace saat menerima audiensi Komite dan Pencetus Anugerah Musik Bali (AMB) 2020. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Setiap warga negara berhak untuk melahirkan sebuah karya dan mendapat pengakuan serta perlindungan atas karya yang diciptakan.

Atas dasar tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah rumusan peraturan yang mengatur hak-hak tersebut dan dituangkan dalam suatu perundang-undangan. Sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002, Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya.

Adapun karya yang dilindungi adalah dalam bentuk benda tak berwujud seperti hak cipta, paten, dan merek dagang dan benda yang berwujud berupa informasi, teknologi, sastra, seni, keterampilan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.

Lantas, seberapa pentingkah hak cipta asal kekayaan intelektual? Hal ini sangat berkaitan dengan kehidupan dalam aspek sosial dan ekonomi. Pasalnya, seseorang yang menghasilkan sebuah karya boleh jadi berpotensi untuk menghasilkan pundi-pundi miliaran rupiah hingga triliunan rupiah.

Hal ini tentu akan menjadi sebuah kerugian yang sangat disayangkan bilamana pihak lain yang tidak terlibat dalam proses kelahiran karya tersebut melakukan penjiplakan dan pembajakan sehingga menghalangi hak-hak ekonomi si pencipta (seseorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi — pasal 1 UU Hak Cipta).

Melihat betapa pentingnya hak cipta tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengingatkan para musisi di Bali untuk lebih proaktif mendaftarkan hak cipta karya-karya mereka agar terlindungi, tak mudah dibajak, dan diklaim pihak lain.

“Selama ini, hasil karya yang didaftarkan lebih banyak jenis tarian atau karya seni selain musik. Karya para musisi kita sangat penting untuk didaftarkan agar punya legalitas,” kata Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace itu saat menerima Komite dan Pencetus Anugerah Musik Bali (AMB) 2020, di Denpasar, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA:  Dua Hari, Nelayan Asal Benoa yang Jatuh dari Jukung Belum Ditemukan

Apalagi Pemprov Bali, lanjut dia, juga berkomitmen untuk memberi perlindungan serta kepastian hukum bagi hasil karya budaya Bali agar tak mudah diklaim atau dibajak oleh pihak lain.

Terkait dengan perhelatan AMB, Penglingsir Puri Ubud yang baru-baru ini dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap ISI Denpasar ini berharap ajang ini dapat membangkitkan kejayaan musik Bali. “Kami mengapresiasi rencana pemberian penghargaan kepada para musisi Bali ini melalui AMB 2020,” ujar Cok Ace.

Sementara itu, Gede Bagus, pencetus AMB mengatakan, AMB 2020 merupakan gelaran kedua setelah sukses dilaksanakan tahun lalu.

Menurut Gede Bagus, tahun kedua penyelenggaraan AMB menjadi momentum pendewasaan dan pembelajaran dari tahun sebelumnya. “AMB merupakan penghargaan tertinggi bagi para musisi Bali,” ucapnya.

Untuk peserta dan ketentuan penerimaan nominator, pihaknya melakukan pendataan atas karya-karya selama satu tahun terhitung sejak 1 Desember-30 November setiap tahunnya.

“Jadi AMB 2020 nanti adalah karya yang terilis dari 1 Desember 2018-30 November 2019 dan harus ter-upload di platform digital,” ujarnya.

Untuk sistem penilaian terdapat dua kategori yakni terbaik dan terfavorit, dengan rincian 4 kategori terfavorit dan 16 kategori terbaik. “Untuk nominasinya kami tambah 3 kategori lagi. Jadi AMB 2020 terdapat total 21 nominasi,” katanya.

Adapun 21 nominasi yang nantinya akan diberikan kepada para musisi Bali adalah Lifetime Achiemevent, Album Berbahasa Bali Terbaik, Album Terbaik, Lagu Berbahasa Bali Terbaik, Lagu Terbaik, Lagu Berbahasa Bali Terfavorit, Lagu Terfavorit, dan Solo/Duo/Grup/Kolaborasi Berbahasa Bali Terfavorit.

Selain itu, Penyanyi Solo Pria Berbahasa Bali Terbaik, Penyanyi Solo Wanita Berbahasa Bali Terbaik, Penyanyi Solo Pria Terbaik, Penyanyi Solo Wanita Terbaik, Duo/Grup/Kolaborasi Berbahasa Bali Terbaik, Duo/Grup/Kolaborasi Berbahasa Bali Terbaik, Pendatang Baru Berbahasa Bali Terbaik, Pendatang Baru Terbaik, Penyanyi Anak Terbaik, Music Video Berbahasa Bali Terbaik, Musik Video Terbaik, dan Karya Musik Alternatif Terbaik. *ssd