Wali Kota Rai Mantra Apresiasi Bangkitnya Tari Sang Hyang Jaran Banjar Bun

Warga Banjar Bun dipimpin Jero Mangku Wayan Sugiana saat beraudiensi dengan Wali Kota IB Rai Mantra.

Beritabalionline.com – Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi Banjar Bun yang kembali membangkitkan dan melestarikan kesenian sakral Tari Sang Hyang Jaran yang pernah dipentaskan pada 1905 silam.

“Saya mengapresiasi dan mendukung pelestarian kesenian tersebut. Karena kesenian ini selain merupakan seni sakral, juga sebagai wujud pelestarian budaya masyarakat setempat,” kata Rai Mantra saat menerima rombongan dari Banjar Bun yang memiliki kesenian tersebut di Denpasar, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan, jika dilihat perjalanan sejarahnya, maka tari sakral Sang Hyang Jarang tergolong sudah cukup lama, karena itu sudah selayaknya kesenian ini dilestarikan oleh warga setempat.

“Tari tersebut harus dilestarikan, karena ini khasanah seni sakral yang berkaitan dengan keberadaan lahirnya tari tersebut di Banjar Bun,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Pementasan Tari Sakral Sang Hyang Jaran Banjar Bun, Mangku Wayan Sugiana mengatakan, dalam sejarah tercatat yang membuat pertama kali Tari Sang Hyang Jaran adalah Jero Mangku Selonog. Selanjutnya Mangku Selonog memberikan kepada anaknya yang bernama Made Ampug selaku pemangku pertama dari Sang Hyang Jaran.

Mangku Sugiana menjelaskan, karena sebagai pemangku di Pura Natih, Made Ampug fokus dengan kegiatan yang ada di pura, sehingga tugasnya diberikan kepada adiknya yakni Jro Mangku Ketut Jambot.

Kemudian Jero Mangku Ketut Jambot meneruskan tugas sang ayah yaitu mengemban tugas sebagai Jero Mangku Sang Hyang Jaran sampai tahun 1995. Dan selanjutnya Jero Mangku posisinya digantikan oleh Mangku Ketut Parka.

Mangku Sugiana lebih lanjut mengatakan, sekarang yang menjadi pemangku adalah Mangku Gede Antara yang merupakan keturunan generasi kelima dari Mangku Selonog.

BACA JUGA:  Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pantai Geger

“Karena preginanya (penari) yang menarikan Tari Sang Hyang Jaran sudah tua-tua, maka sebagai penggantinya atau yang akan menarikan Sang Hyang Jaran adalah para remaja dari Banjar Bun,” ujarnya.

Tari Sang Hyang Jaran akan dipentaskan pada 15 Januari 2020. Sementara proses pengukuhan penarinya telah dilakukan pada 4 Oktober 2019 lalu. Karena itu diharapkan Wali Kota Rai Mantra bisa hadir dan menyaksikan pementasan tarian langka dan sakral tersebut.

“Kami berharap Bapak Wali Kota Denpasar Rai Mantra bisa hadir dan menyaksikan langsung tari yang sangat sakral itu. Dan pementasan tari tersebut dilakukan hanya pada acara keagamaan tertentu saja. Dan sarana yang digunakan adalah batok kelapa dibakar dalam pementasan tari ini,” katanya. (tra)