Musim Hujan Pengangkutan Sampah dari TPS Mandung Tersendat

I Made Subagia.

Beritabalionline.com – Musim hujan belakangan ini menyebabkan intensitas pengangkutan sampah di TPS untuk dibawa ke TPA Mandung, sedikit tersendat. Musim hujan memang mengakibatkan tingkat volume sampah di sejumlah TPS meningkat.

Selain menimbulkan bau menyengat akibat sampah terkena air hujan, peningkatan volume sampah juga kerap terlihat sampai meluber ke jalan.Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup Tabanan mengaku pengangkutan tetap berjalan normal seperti hari biasa.

Kepala DLH Tabanan I Made Subagia mengatakan, untuk pengangkutan sampah dari TPS ke TPA di musim hujan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja memang sedikit tersendat. Karena saat hujan turun, tentu saja petugas tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

Namun masyarakat sudha mengeluh di media sosial. “Ditunggu hujan sedikit reda dulu, baru petugas kerja lagi, terkadang masyarakat yang kurang mengerti dan kerap mengeluh serta komplain di media sosial,” katanya, Jumat (10/1/2020).

Meski demikian, proses pengangkutan tetap dilakukan untuk menjaga lingkungan bersih dari sampah. Untuk menjaga kondisi kesehatan petugas, mereka telah dilengkapi dengan jas hujan, topi dan sepatu boat. “Komplain masyarakat kami terima sebagai motivasi, dan dipastikan pengangkutan tetap berjalan, meski sedikit tersendat,” ucapnya.

Terkait sampah, Subagia juga mengeluhkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau di luar wilayah tempat tinggalnya. Misalnya saja, seperti di depo yang berlokasi di pojok belakang lapangan Debes, Tabanan yang kerap menjadi sorotan, lantaran sampah yang meluber hingga ke jalan.

“Disana sebenarnya bukan tempat sampah, cuma lokasi penampungan cikar, sebelum nantinya diangkut ke TPA, tapi banyak masyarakat dari luar yang membuang sampah kesana, alias tidak ada pembayaran retribusi, ini yang masih kami awasi. Ada kemungkinan pasca TPS liar di by pass dibongkar, banyak yang beralih mencari lokasi lain,” terangnya.

BACA JUGA:  Peringati HUT Perdana, PAKIS Bali Gelar Donor Darah

Subagia kembali menekankan agar warga bisa ikut program pengangkutan sampah didesanya masing-masing, dengan nilai retribusi sesuai kesepakatan. Dimana saat ini, DLH masih menyasar TPS liar, dan penanganan sampah diarahkan pada program pengangkutan sampah yang dikelolas oleh desa. (riz)