Kembangkan Wisata Grastonomi, Taro Perlu Dukungan Pemerintah

Salah satu produk wisata grastonomi berupa menikmati pengalaman makan unik dan menarik.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Wisata Alam di Gianyar dinilai sudah masuk diambang titik jenuh. Walau masih bisa dikembangkan namun akan sangat sulit karena terlalu banyaknya wisata alam yang sudah berkembang. Hal ini dikatakan Wayan Belok, warga Desa Taro, Tegalalang, salah satu warga yang menekuni usaha wisata gastronomi.

Gastronomi adalah menikmati pengalaman makan unik dan menarik. Desa Taro, Tegalalang termasuk salah satu daerah pengembangan wisata gastronomi di Indonesia. Wayan Belok berharap ada bantuan pemerintah, guna mengembangkan pariwisata tersebut terutama dalam mengatasi kesulitan mendapatkan bibit tanaman asli Bali sebagai penunjangnya.

Dikatakan Wayan Belok, untuk wisata alam, di Gianyar disebutkannya sudah titik ambang jenuh, walau masih bisa dikembangkan lagi. “Namun wisata gastronomi masih jarang, dan satu-satunya di Bali, mungkin adanya di Banjar Tatas, Desa Taro,” terang Wayan Belok, Jumat (10/1/2020).

Inisiatif mengembangkan wisata ini selain mengenalkan kuliner asli Bali bahan alami, juga mengajak generasi muda Bali, khususnya di Desa Taro untuk mengenal kembali kuliner atau makanan khas tempo dulu yang saat ini terpinggirkan.

Anak muda saat ini dikatakannya sebagian sudah meninggalkan makanan sejenis bongkot, embung, kacang kara, undis dan makanan lainnya. “Kami ingin mengambalikan makanan khas Bali ini ke generasi muda, makanan ini juga memiliki kadar protein tinggi dan tidak kalah dengan makanan instan bila dikelola dengan baik,” jelasnya lagi.

Mengingat Desa Taro yang dikembangkan menjadi wisata gastronomi, diharapkan Pemkab Gianyar bisa membantu bibit tanaman khas Bali, sehingga bisa dikembangkan di areal gastronomi. “Kami ingin menampilkan dari pohonnya, saat memetik sampai pengolahannya di dapur,” harapnya lagi.

Diyakininya, bila pemerintah mendukung baik secara promosi wisata dan dukungan bibit, maka dalam lima tahun lagi wisata gastronomi akan berkembang pesat di Gianyar, khususnya di Taro. “Besar harapan kami kepada pemerintah member dukungan, apalagi nanti Desa Taro juga ditunjuk sebagai tuan rumah Desa Wisata Nasional, kesempatan baik untuk promosi,” pungkasnya. (yaw)

BACA JUGA:  Prof Din Syamsuddin Puji Visi Kebangsaan dan Kenegaraan Gubernur Koster