Badung Alokasikan Dana Rp30 Miliar untuk Bisa Olah Sampah 200 Ton per Hari

Sampah kiriman menumpuk di kawasan Pantai Kuta saat musin angin barat.

Beritabalionline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Badung menganggarkan dana sebesar Rp30 miliar untuk pembelian mesin incinerator. Pembelian mesin baru itu untuk memaksimalkan pengolahan sampah di TPS Mengwi.

Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Suamba yang dikonfirmasi, Jumat (10/1/2020), mengatakan, dengan anggaran tersebut, Badung akan memiliki mesin pembakaran sampah dengan bentuk container yang lebih besar. Mesin yang akan dibeli tersebut bisa menampung dan mengolah sampah 200 ton per hari.

“Bulan ini kami tenderkan. Kami minta Rp30 miliar ini untuk pengadaan mesin yang bisa menampung dan mengolah sampah 200 ton per hari,” ujarnya, seraya menyatakan mesin yang ada sekarang terbilang kecil dan hanya mampu mengolah sampah 40 ton per hari.

Menurut Surya, pengadaan mesin baru ini diyakini akan mampu mengatasi masalah sampah di Kabupaten Badung yang tak kunjung tuntas. Mesin pengolahan sampah yang berbahan cointener saat ini baru terpasang satu di TPS Mengwi. Sehingga sampah yang ada di Badung tidak bisa dimusnahkan secepatnya, apalagi dalam keadaan basah.

Dijelaskannya, proyek TPS Mengwi akan terus berlanjut. “Memang sekarang belum maksimal, karena hanya ada satu mesin incinerator saja. Jadi tak sebanding dengan sampah yang dihasilkan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai proses kerja pembakaran sampah itu, ia menjelaskan, satu container diisi sampah sebanyak seperempat dulu. Setelah dilakukan pembakaran kurang lebih 15 menit, sampah tersebut akan menjadi bara. Selanjutnya dimasukkan sampah kering.

“Nantinya sampah yang masuk akan di-pres, setelah kecil masuk pengeringan dan langsung pembakaran. Nah semua mesin ini akan kami tender Januari ini. Dana yang diambil dari APBD Induk ini akan dimaksimalkan untuk bisa mengolah sampah di Badung. Lebih-lebih pada musim angin barat dimana banyak sampah menumpuk di pantai, termasuk pantai wisata Kuta dan sekitarnya,” demikian Surya Suamba.

BACA JUGA:  Pria Surabaya yang Hilang di Pantai Dreamland Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Untuk diketahui, desa dan kelurahan di Kabupaten Badung diwajibkan memiliki Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reuse, Reduce, and Recycle (TPS 3 R). Hal ini sebagai salah satu langkah yang diambil terkait pembatasan membuang sampah di TPA Suwung, Denpasar. Sehingga permasalahan sampah bisa ditangani mulai dari sumbernya.

Di samping mewajibkan tiap desa dan kelurahan memiliki TPS 3 R, Pemkab Badung juga mendorong usaha layanan jasa sampah di luar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

“Bumda dan Bumdes dan layanan jasa sampah swasta wajib mempunyai TPS 3 R atau bekerja sama dengan desa dan kelurahan. Wajib mengelola sampah dan tidak sekadar open dumping,” demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat membaca jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung dalam rapat paripurna, beberapa waktu lalu.  (itn)