Aplikasi Diputus, Ratusan Sopir Online RSK ‘Serbu’ Kantor Grab Denpasar

Sopir tranportasi online yang tergabung dalam Koperasi Jasa Resimen Sunda Kecil berunjuk rasa ke Kantor Grab. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Ratusan sopir tranportasi online yang tergabung dalam Koperasi Jasa Resimen Sunda Kecil (RSK) berunjuk rasa ke Kantor Grab, Jalan Gatot Subroto (Gatsu Barat), Denpasar Utara, pada Jumat (10/1/2020) pagi.

Awalnya aksi unjuk rasa berjalan damai, namun lama kelamaan aksi tersebut berubah menjadi memanas dan ricuh. Bahkan, beberapa oknum sopir tranportasi online meminta masyarakat yang melintas untuk tidak mengambil gambar maupun video terkait dengan aksi yang mereka lakukan.

“Ricuh darimana, mereka menggelar aksi biasa-biasa saja. Memang sempat ada silang pendapat antara peserta demo dengan pihak Grab, namun itu masih dalam batas wajar,” kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra saat dikonfirmasi terkait aksi demo, di Denpasar, Jumat (10/1/2020).

Kabag Ops menerangkan, untuk mengamankan jalannya aksi, sedikitnya 50 personel kepolisian dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat dikerahkan ke lokasi.

Kompol Nyoman Gatra juga menyayangkan aksi yang digelar oleh sopir tranportasi online karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke polisi.

“Tidak ada salah mereka menggelar aksi, karena sudah diatur dalam Undang-undang. Hanya saja, mestinya mereka melapor dulu agar kami bisa mengamankan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Informasi diperoleh, demo yang digelar oleh sopir tranportasi online RSK berawal dari adanya pemutusan aplikasi oleh pihak Grab kepada sopir RSK yang selama ini beroperasi di Bandara Ngurah Rai.

Padahal dari pengakuan mereka, RSK ikut andil merintis transportasi online dengan aplikasi Grab di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Pemutusan aplikasi baru diketahui tadi pagi sekitar pukul 06.30 WITA. Padahal, kami ikut merintis transportasi di Bandara Ngurah Rai menggunakan aplikasi Grab,” sebut salah satu peserta demo.

BACA JUGA:  Sempat Ludes Terbakar, Pos Waribang Satlantas Polresta Selesai Direnovasi

Atas pemutusan aplikasi, RSK melakukan tiga tuntutan. Pertama, tidak melakukan pencabutan layanan Grab Airport Bandara I Gusti Ngurah Rai terhadap driver RSK. Kedua, menjadikan Resimen Sunda Kecil sebagai vendor resmi Grab Bali. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap oknum personal Grab Bandara I Gusti Ngurah Rai atas penyalahgunaan wewenang.

“Mereka (oknum) menjual rompi yang seharusnya gratis, melakukan jual beli akun, melakukan pinjaman ke driver kisaran RP500 ribu Rp1 juta untuk segera dikembalikan,” kata peserta aksi. (agw)