KPK Sebut Kasus Suap Komisioner KPU Merupakan Pengkhianatan Demokrasi

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan. (foto : Gatra)

Beritabalionline.com – KPK akhirnya menjelaskan operasi tangkap tangan yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dari hasil operasi itu, KPK menangkap 8 orang.

Komisoner KPU, Lili Pintauli menjelaskan, kasus suap ini berkaitan dengan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. Hal ini sangat disayangkan oleh KPK.

“Persekongkolan antara oknum KPU dengan politisi dapat disebut pengkhianatan terhadap proses demokrasi yang dibangun susah payah dan biaya sangat mahal,” kata Lili di Gedung KPK, Kamis (9/1/2020).

Lili menjelaskan, ada delapan orang yang ditangkap. Termasuk Wahyu dan orang kepercayaannya.

“KPK amankan 8 orang pada Rabu dan Kamis, 8-9 Januari, itu berada di Jakarta, Depok dan Banyumas,” jelas Lili.

Mereka yang ditangkap adalah Wahyu Setiawan (WSE), ATF mantan anggota Bawaslu, orang kepercayaan Wahyu. Lalu SAE dari pihak swasta, DON seorang lawyer. Ada RTU asisten dari Wahyu.

Lalu IDA adalah keluarga Wahyu, dan inisial WBU keluarga WSE dan I adalah driver SAE. (itn)

BACA JUGA:  Gugus Tugas COVID-19 Sudah Distribusikan 1.492.150 APD