Susul Bali, DKI Jakarta Mulai Juli 2020 Larang Mal dan Pasar Gunakan Kantong Plastik

Kantong plastik (kresek).

Beritabalionline.com – Pemerintah DKI Jakarta akhirnya menyusul Denpasar (Bali), Bogor, Balikpapan, dan Banjarmasin meresmikan aturan bebas kantong plastik. Keempat kota tersebut memang telah lebih dulu memberlakukan aturan bebas kantong plastik di daerahnya.

Aturan yang melarang penggunaan kantong plastik di Jakarta tersebut disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Larangan ini tertuang di Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 tahun 2019 yang berisi tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Pergub itu diteken Anies pada 27 Desember 2019 dan diundangkan pada 31 Desember 2019.

Pelarangan kantong plastik sekali pakai tertuang dalam Pasal 5 yang berisikan sebagai berikut:
(1) Pengelola Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat wajib menggunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.
(2) Terhadap kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengelola Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat dilarang menggunakan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai

Selain itu, pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, hingga pasar juga dilarang menggunakan kantong belanja plastik sekali pakai. Yang dimaksud dengan ‘kantong belanja plastik sekali pakai’ adalah kantong belanja dengan pegangan tangan yang digunakan sebagai wadah untuk mengangkat barang; terbuat dari bahan dasar plastik, polimer termoplastik, lateks, polietilena, thermoplastic synthetic polymeric, atau bahan sejenis lainnya.

Pergub itu sudah ditetapkan tanggal 27 Desember 2019 dan berlaku mulai 1 Juli 2020. Nah, sebelum aturan ini benar-benar diberlakukan, sudah saatnya kita membiasakan diri membawa tas reusable sendiri saat belanja! (itn)

BACA JUGA:  Jelang HUT OPM, Kapolri dan Panglima TNI Terbang ke Papua