Selundupkan 892 Gram Sabu di Celana Dalam, Dua Wanita Asal Thailand Terancam 20 Tahun Penjara

Dua terdakwa warga negara Thailand yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Kasarin Khamkhao (26) dan Sanicha Maneetes (27) dua warga negara Thailand, Selasa (7/2/2020) duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena kedapatan menyelundupkan narkotika jenis sabu sabu seberat 892 gram ke Bali.

Akibat perbuatannya itu, kedua terdakwa terancam menghabiskan masa mudanya di dalam penjara. Ini dikarenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Terdakwa memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan Narkotika Golongan I jenis sabu tanpa ijin dari pihak berwenang,” sebut jaksa dalam dakwaan di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Sobandi.

Diuraikan dalam dakwaan, kedua terdakwa tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menumpang salah satu maskapai penerbangan, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 01.30 WITA.

Saat keduanya melewati pos pemeriksaan dan barang, petugas Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Pabean Bea dan Cukai Ngurah Rai, Ni Nyoman Ayu Puspita Dewi dan Atika Fitri Ayu Apsari curiga dengan gerak-gerik keduanya.

Selanjutnya kedua terdakwa dibawa ke sebuah ruangan untuk dilakukan pemeriksaan. Di sana keduanya diminta melepas seluruh pakaian yang dikenakan.

Kecurigaan petugas terbukti, dari Kasarin Khamkhao didapati satu bungkusan warna coklat menyerupai kapsul di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa.

Sedangkan dari Sanicha Maneetes, ditemukan dua bungkusan warna coklat menyerupai kapsul. Sama, barang tersebut disembunyikan di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa.

“Ketika dibuka, tiga bungkusan warna coklat menyerupai kapsul tersebut berisi sabu dengan berat mencapai 892 gram,” sebut jaksa.

BACA JUGA:  Karena Pandemi Covid Tak Bisa Pulang, WN Uzbekistan Jadi PSK di Bali

Kepada petugas, kedua terdakwa mengaku barang tersebut diperoleh dari seorang laki-laki di Thailand bernama Boss, untuk dikirim kepada seseorang di Bali. (sar)