Selama 2019, Dishub Denpasar Tindak 10.460 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran

Petugas Dishub Kota Denpasar tindak pengemudi kendaraan yang lakukan pelanggaran. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dinas Perhubungan Kota Denpasar menindak sebanyak 10.460 unit kendaraan selama tahun 2019, mulai dari peneguran, tempel stiker, cabut pintil hingga diderek. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota denpasar, Ketut Sriawan, di Denpasar, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut Sriawan mengatakan, kegiatan penertiban ini bertujuan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dan peduli keselamatan berlalu lintas. Mengingat beberapa jalanan di Kota Denpasar mengalami kepadataan saat jam tertentu.

“Sehingga dengan adanya parkir sembarangan yang menggunakan sebagian badan jalan ini akan berdampak pada gangguan lalu lintas seperti kemacetan dan lain sebagainya,” kata dia.

Dijelaskan, hingga saat ini pelanggaran masih didominasi pada salah parkir dan melanggar rambu lalu lintas. Bagi yang melanggar, Dishub tetap mengenakan sanksi berupa penempelan stiker, penggembokan kendaraan, penggembosan dengan pencabutan pintil hingga penderekan.

Sriawan juga mengatakan, tindakan tegas yang dilakukan jajaran Dishub Denpasar pada intinya untuk menciptakan kelancaran dan ketertiban dalam berlalu lintas serta sebagai wujud penegakan Perda. Karena itu kedepan pihaknya sewaktu-waktu akan tetap melakukan penertiban guna memberikan pemahaman akan pentingnya tertib lalu lintas dan parkir yang baik bagi masyarakat.

“Harus ada tindakan tegas untuk mengatasi hal ini karena sudah mengganggu pengguna lalu lintas lainnya,” kata Sriawan.

Bertalian dengan itu pihaknya akan terus menginformasikan kepada masyarakat agar kedepannya pengguna jalan raya tertib dan mematuhi rambu berlalu lintas.

“Apabila ditemukan pelanggaran parkir akan ditindak sesuai dengan Perda di Kota Denpasar. Diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelanggar untuk tidak mengulangi kembali memarkir kendaraan di pinggir jalan atau lokasi yang terdapat larangan parkir,” harapnya. (tra)

BACA JUGA:  BMKG Ingatkan Nelayan dan Pelaku Wisata Bahari Waspadai Gelombang Tingg