Pukul Buruh Proyek Usai Dugem, Sarjana Pendidikan Asal Amerika Dibui 8 Bulan

Terdakwa Erick Kai Koester saat menjalani sidang di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Erick Kai Koester (28) pria asal Amerika yang terjerat kasus penganiayaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (7/2/2020) divonis hukuman 8 bulan penjara.

Pemuda kelahiran Oregon, USA 20 September 1991, ini oleh hakim dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Mengadili dan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” sebut hakim I Made Pasek yang dibacakan di muka sidang dan berlangsung terbuka untuk umum itu.

Atas putusan itu, terdakwa yang hanya tinggal menjalani masa hukuman selama 4 bulan itu, melalui penerjemahnya langsung mengatakan terima kasih sekaligus menerima hukuman tersebut.

Hal senada juga menjadi sikap Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nym Triarta Kurniawan yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 bulan, juga menyatakan menerima putusan hakim. “Kami menerima putusan ini yang mulia, “ kata jaksa Kejari Badung itu.

Seperti diketahui, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi pada 17 Agustus 2019 sekira Pukul 05.30 WITA saat itu terdakwa yang pulang dari Karaoke dalam keadaan mabuk berat. Dengan berjalan kaki terdakwa menuju tempatnya menginap di Ramayana Villa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

“Terdakwa melewati jalan pintas dengan masuk ke sebuah proyek bangunan yang dekat dengan villa tempat terdakwa tinggal,” sebut Jaksa dari Kejari Badung.

Saat masuk proyek, terdakwa diteriaki oleh empat orang buruh bangunan. Saat itu terdakwa justru mengacungkan jari tengah kepada buruh sambil berkata “Fuck”. Saat itu, iapun di kejar oleh para buruh.

Hingga tepat di Warung Ayam Goreng Kremes LINCI depan Alfamart Jalan Raya Kuta sebelah Grand Zuri Hotel, Kuta, terdakwa berhasil memukul seorang buruh dengan tangan terkepal. Pukulan yang dilayangkannya membuat
saksi korban Gede Budi Yadnya tersungkur.

BACA JUGA:  Penanganan Kasus Penganiayaan Bocah Dipertanyakan, Pelakunya Diduga Orang Kaya

Spontan rekan buruh proyek pembangunan Restaurant didepan Central Parkir, mengejar terdakwa. Namun saat kejadian ada polisi yang sedang patroli di lokasi kejadian, dan langsung mengamankan terdakwa serta meminta keterangan sejumlah saksi para buruh yang berusaha mengejarnya.

Akibat perbuatan yang dilakukan terdakwa dan dari hasil visum menyebutkan korban mengalami luka lecet dan memar akibat kekerasan benda tumpul.

Atas kejadian tersebut, pemegang No. Pasport : 442479127 yang merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Universitas Portland State University tahun 2010, mengaku bersalah dan telah berdamai dengan pihak korban. (sar)