Satu Korban Sampan Terbalik di Pantai Cucukan Ditemukan Tak Bernyawa

Jenazah korban sampan terbalik di RSUP Sanglah Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sampan yang dinaiki Jonatan Febriayanto (35) dan Apro Yosi Prasetio (30) terbalik setelah dihantam ombak di Perairan Pantai Cucukan, Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Gianyar. Satu orang yaitu Apro Yosi meninggal dunia.

“Jasad Apro Yosi ditemukan terdampar di bibir pantai depan Hotel Rumah Luwih, Fesa Lebih, Gianyar,” terang Hari Adi Purnomo selaku Kepala Kantor Basarnas Bali, Selasa (7/1/2020) di Denpasar.

Peristiwa sampan terbalik berlangsung, Minggu (5/1/2020) malam. Jonatan Febriayanto asal Aceh selamat dari maut dan dievakuasi ke RS Kasih Ibu Gianyar dalam kondisi syok. Nasib naas dialami Apro Yosi. Pria asal Jawa Tengah ini hilang ditelan ombak.

Tim rescue Kantor Basarnas Bali yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan Balawista setempat. Kondisi cuaca hujan deras dan jarak pandang terbatas membuat proses pencarian mengalami kendala.

“Melihat kondisi cuaca, maka tidak memungkinkan menurunkan rubber boat dan segera dikerahkan RIB 05 yang berangkat dari dermaga KN SAR Arjuna di Benoa,” jelas Adi Purnomo saat melakukan pencarian korban.

Penyisiran dilakukan sebanyak 2 tim, namun hingga, Senin (6/1/2020) petang tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban meski telah dibantu beberapa jukung nelayan setempat.

Dua hari berselang, Apro Yosi akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (7/01/2020) sekitar pukul 04.45 WITA.

“Awalnya warga setempat melihat benda mencurigakan, ketika didekati ternyata jenazah korban sampan terbalik. Posisi korban dalam posisi terlentang. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar,” jelas Adi Purnomo. (agw)

BACA JUGA:  Rencana Buka Pasar Setiap Hari di Bangli Terbentur Covid-19