Nyambi Jadi Kurir Sabu, Sales Marketing Diganjar Hukuman 9 Tahun Penjara

Terdakwa Sudarningsih usai menjalani sidang putusan di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Seorang wanita bernama Sudarningsih (29) berprofesi sebagai sales marketing yang diadili karena menjadi kurir dalam jual beli narkoba, divonis 9 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, pada Selasa (7/1/2020).

Majelis Hakim pimpinan I Made Pasek dalam amar putusan menyatakan terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun terhadap terdakwa Sudarningsih dan pidana denda Rp 800 juta subsidair 2 bulan penjara dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar menyatakan menerima. Hal yang sama juga dilakukan jaksa.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Muliani yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 13 tahun.

Kasus yang menyeret sales marketing ini bermula saat ia dihubungi seseorang bernama Gusman, pada Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 17.00 WITA. Gusman menyuruh terdakwa mengambil tempelan sabu di Jalan Dewi Sri, Kuta, Kabupaten Badung.

Tergiur iming-iming upah, ia lalu mengambil tempelan dan membawanya pulang ke tempat kosnya di Jalan Intan Permai No.9, Banjar Taman, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Sesuai perintah Gusman, terdakwa lalu memecah barang yang dimasukkan ke dalam bungkus bekas rokok tersebut menjadi 12 paket. Setelah itu terdakwa disuruh menempel di seputaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar sebanyak 2 paket.

BACA JUGA:  Pretima Pura Sakenan Blahbatuh Dicuri

“Sisanya kemudian disimpan terdakwa di bawah wastafel yang ada di dapur dalam kamar kos,” urai jaksa dalam dakwaan.

Perbuatan terdakwa tercium petugas dari Satresnarkoba Polresta Denpasar. Ia akhirnya ditangkap saat tengah berada di kamar kosnya, pada Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 16.45 WITA.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket sabu seberat 10,46 gram, 1 bal pipet bening strip kuning, 2 bendel plastik klip kosong, 1 buah timbangan elektrik, dan 1 buah handphone merk Vivo warna hitam-biru di bawah wastafel dapur kos terdakwa. (sar)