Mobil BMW ‘Misterius’ di Bandara Ngurah Rai Terancam Dilelang

Mobil BMW yang parkir di area Bandara Ngurah Rai sejak 2016. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Mobil BMW warna marun (merah hati) dengan nomor polisi DK 118 AV yang keberadaannya cukup ‘misterius’ di area Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, tidak menutup kemungkinan akan dilelang. Pihak bandara menyebut kendaraan tersebut diketahui terparkir di sana sejak bulan September 2016 silam  sampai sekarang.

“Untuk pemilik mobil jika ingin mengambil kendaraan biaya tarif parkir yang harus dibayar sekitar Rp70 juta,” kata Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim saat ditemui di Bandara Ngurah Rai, Selasa (7/1/2020).

Arie menerangkan, biaya parkir tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bandara Ngurah Rai. Ditegaskan pula bahwa pemilik harus membayar penuh tanpa ada potongan.

“Full (bayar parkir) karena kami tidak mengenal istilah diskon apalagi membebaskan biaya. Kenapa, karena kami sudah terkoneksi langsung dengan Dinas Pendapatan Daerah. Akan menjadi persoalan dikemudian hari jika kami memberikan diskon dan sebagainya,” paparnya.

Terkait kabar bahwa pemilik mobil merupakan warga negara asing dan sengaja meninggalkan kendaraan yang masuk dalam katagori mobil mewah ini di sana, Arie tidak berani memastikan.

Namun dari hasil penelusuran sesuai tertera di STNK, kendaraan yang parkir selama 3 tahun lebih tersebut atas nama I Putu Tjandi Tirta beralamat di Jalan Kartini nomor 129, Denpasar.

“Soal kabar pemilik mobil merupakan orang asing, itu baru rumor. Kami hanya berpatokan dengan nama dan alamat sesuai nomor polisi kendaraan,” bebernya.

Ketika disinggung apakah kendaraan akan dilelang jika tidak ada kepastian dari sang pemilik, Arie menyatakan hal itu juga masuk dalam pembahasan di internal manajemen bandara.

BACA JUGA:  Gianyar Hanya Kebagian 100 Rapid Test

Ditemui terpisah, Kapolsek Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Kompol Agung Budiarto mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan adanya indikasi kendaraan tersebut terlibat dalam tindak pidana kejahatan.

“Sementara ini setelah kita cek, belum ada laporan yang mengarah jika kendaraan terlibat tindak kejahatan. Mobil masih ada di posisi semula, dan kami menunggu maksud baik dari pemilik kendaraan untuk datang ke Polsek,” tandasnya. (agw)