Mobil BMW ‘Nangkring’ 4 Tahun di Bandara Ngurah Rai, Tarif Parkir yang Harus Dibayar Rp70 Juta

Mobil BMW yang terparkir selama empat tahun di Bandara I Gusti Ngurah Rai. (foto : Istimewa)

Beritabalionline.com – Mobil merek BMW warna merah hati (merah marun) tertutup pelindung terparkir selama empat tahun di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Biaya tarif tarif parkir yang harus dibayar pemilik mobil tersebut berkisar Rp70 juta.

“Tarif pengenaan (parkir) selama dia menetapkan kendaraan tersebut di bandara angkanya itu di atas Rp70 juta,” kata Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim saat dikomnfirmasi wartawan, pada Senin (6/1/2020).

Menurut Arie, mobil dengan nomor polisi DK 118 AV tertera di STNK atas nama I Putu Tjandi Tirta beralamat di Jalan Kartini, Nomor 129, Denpasar, Bali.

“Kalau pemilik kita tidak berani statement, kalau berdasarkan STNK itu namanya (I Putu Tjandi Tirta),” katanya.

Dia menjelaskan, mobil itu berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak September 2016. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pihak Bandara Ngurah Rai sudah memonitoring untuk mencari pemilik mobil tersebut sejak tergeletak tiga bulan diparkiran.

“Kemudian, kita mulai cari info dengan beberapa rentan waktu yang ada. Kita ke Samsat kita cek lokasi ke lapangan di alamatnya yang tertera dan ketahuan di Samsat terakhir bayar pajak itu tahun 2014,” ujar Arie.

Ia juga menyebutkan, pihaknya sudah mencari siapa pemilik mobil BMW itu. Namun sampai kini belum diketahui. Ia juga menyampaikan, bahwa kasus ini baru pertama kali terjadi.

“Kasus baru pertama kali terjadi, sepeda motor kemarin itu 2017 itu ada 3 bulan, 6 bulan tapi diambil (orangnya),” ujarnya.

Menurut Arie, selama ini pihak bandara tidak pernah mengeluarkan larangan batas maksimal kendaraan. Dia mengatakan, setiap kendaraan diparkir di bandara merupakan kewenangan pemiliknya.

BACA JUGA:  Data Warga Sudah Divaksin Kurang Singkron, Wabup Kasta Ingatkan Ini

“Kalau dia mau meninggalkan satu bulan atau dua bulan, kalau dia sanggup bayar tidak masalah. Kita tidak punya larangan seberapa lama atau maksimal dia harus ada di bandara,” ungkapnya.

Sementara untuk langkah kedepannya, kata dia, pihak bandara akan mengecek mobil itu apa terindikasi barang yang terkait dengan tindak pidana. Kemudian, jika bukan terkait pidana pihaknya akan melakukan pemindahan mobil tersebut dan secara pengamanan akan diserahkan ke KP3 Udara Ngurah Rai, Bali. (itn)