Menteri Pertanian Siap Bantu Karangasem

Bupati Mas Sumatri saat menyambut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Pantai Wates Yeh Malet, sebelum melakukan pertemuan di kediaman Bupati Karangasem.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Menteri Pertanian Dr. Gn Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., MH, Minggu (5/1/2020) mengunjungi Karangasem. Kedatangan rombongan menteri disambut Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri yang dimeriahkan dengan penari Hanoman bersama Jegeg Bagus Karangasem di Pantai Wates Yeh Malet, perbatasan dengan Klungkung.

Disela-sela penyambutan, Menteri pertanian beserta rombongan juga sempat berkeliling memantau objek wisata dengan patung Surya Candra yang baru selesai dibangun, sebelum melanjutkan acaranya di tempat kediaman Bupati Karangasem.

Pertemuan di tempat kediaman Bupati Karangasem, juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Karangasem, Kepala Dinas, Pj. Sekda Karangasem, Camat, Staff Ahli serta perbekel dan perwakilan dari sejumlah kelompok tani dan ternak.

Dalam momen tersebut, Bupati Mas Sumatri menjelaskan tentang pertanian one village one produk serta program unggulan Karangasem, Nawa Satya Dharma. Terkait pertanian, Mas Sumatri ingin mewujudkan cita-cita Desa Preneur. “kita ingin mewujudkan pengusaha muda di desa dan juga mewujudkan pengusaha muda di desa serta mewujudkan pariwisata spiritual berbasis desa adat dan one village one produk sudah kita garap,” ujarnya.

Mas Sumatri juga menjelaskan ternak sapi di Karangasem, masuk dalam populasi sapi terbanyak di Bali yakni mencapai angka 127.000 ekor sapi. “Juga ditambah sumbangan dari pak Dirjen, perkembangannya kini menjadi 260 ribu ekor,”t ambahnya.

Ke depannya, Bupati Mas Sumatri akan lebih memperhatikan dan mengembangkan pertanian khususnya di bidang Jagung dan Mente. Dimana Menteri Pertanian juga menilai bahwa Mente merupakan produk yang diperlukan Karangasem untuk produk ekspor.

Sementara Menteri Pertanian siap membantu pertanian di Karangasem. Sebab menurutnya, bidang pertanian yang berpotensi di Bali ini adalah Karangasem. Karena memiliki potensi lahan yang bagus khususnya di bidang peternakan.

BACA JUGA:  Imigrasi Deportasi Perempuan Warga Ukraina, Ini Kesalahannya

”Juga karena Gunung Agung yang ada menyimpan rerumputan dan pakan-pakan ternak yang cukup bagus, masyarakat di sini dan pemerintah daerah membangun konsep yang juga cukup menonjol yakni sebuah pengelompokan petani dan mampu membangun komoditas-komiditas pertanian,” ujarnya.

Ditambahkan, pertanggung jawabannya akan ada pada semua desa, dimana pendekatan ini menurutnya merupakan sebuah sistem yang secara fungsional harus diasistensi oleh kementerian pertanian. “Karena itu, saya hadir di sini bersama ibu bupati yang memang secara agresif mau melihat masyarakat tani berkembang lebih cepat. Kali ini, saya ketemu dengan kelompok-kelompok tani dan tentu saja masyarakat setempat untuk mencoba membangun sebuah konsep dan program pertanian tahun ini dan tahun-tahun kedepannya lebih optimal dari apa yang ada,” terangnya.

Disamping itu, Menteri juga menyinggung legalitas petani arak. ”Arak bisa berkembang jadi gula, aturan yang ada apa yang jadi kebutuhan sehari2 masyarakat yaitu gula. Ini akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat” ujarnya. (riz)