Kompolnas Sebut Pelaku Penyerangan Novel Tidak Ada Keterlibatan Jenderal

Tersangka penyiraman Novel Baswedan. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Dua orang tersangka penyerangan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan telah ditangkap. Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Yotje Mende, meminta masyarakat tidak berspekulasi tanpa mengedepankan data dan fakta.

Yotje menambahkan, dari hasil penyelidikan, Kompolnas tak menemukan adanya keterlibatan jenderal polisi aktif seperti yang disebut sejumlah pihak.

“Untuk sementara ini hasil yang telah disampaikan kepada Kompolnas tidak ada keterlibatan para jenderal dan yang melakukan itu adalah oknum,” kata Yotje di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020), dilansir merdeka.com.

Yotje mengatakan, hingga saat ini perbuatan tersebut dilakukan karena dendam pribadi meskipun RM dan RB adalah polisi aktif. Keduanya telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri.

Yotje juga tak setuju dengan pernyataan bahwa dua tersangka penyerang Novel merupakan tumbal semata. Menurutnya, hal itu harus didasarkan oleh fakta.

“Tapi kalau memang mereka (aktivis) punya fakta, data, ya silakan saja. Kompolnas siap mengakomodir untuk mengadu ke Kompolnas,” tegasnya.

Novel Baswedan disiram oleh air keras oleh dua orang pria yang tak dikenal pada Selasa 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja pulang salat subuh dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba dua orang bermotor datang dan menyiramkan air keras ke wajah Novel. Tak ada seorang pun yang melihat kejadian itu. Novel juga tak bisa melihat jelas pelakunya.

Setelah kejadian tersebut, Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura pada 12 April 2017.

BACA JUGA:  Pasien Positif Corona Terus Bertambah, Hingga 13 April 2020 Tercatat 4.557 Orang

Sejumlah pihak meragukan motif pelaku menyerang Novel Baswedan. Ada yang menduga keduanya merupakan tumbal dan menyebut ada keterlibatan jenderal polisi di balik penyerangan ini. (itn)