Penumpang Bawa Sajam dan 3 Tengkorak Rusa Diamankan di Pelabuhan Benoa

Petugas memperlihatkan senjata tajam yang disita dari penumpang yang turun di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Guna mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) secara ilegal masuk di wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Sat Pol PP, TNI/Polri, dan pihak terkait menggelar sidak penduduk pendatang dengan menyasar para penumpang di Pelabuhan Benoa, Sabtu (4/1/2020).

Pelaksanaan sidak kali ini merupakan antisipasi dari arus balik pascalibur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. Dipilihnya pelabuhan Benoa karena karena merupakan pintu masuk ke Kota Denpasar dari jalur laut.

Sidak dilakukan bersamaan dengan bersandarnya Kapal Penumpang KM. Leuser yang melayani rute Indonesia Timur. Kapal ini membawa sedikitnya 538 penumpang (237 turun di Pelabuhan Benoa dan 301 melanjutkan perjalanan) ke daerah lain.

Dari sidak tersebut berhasil diamankan dua orang yang tidak membawa identitas kependudukan, dua penumpang membawa senjata tajam (sajam) jenis samurai, badik, serta celurit), dan satu orang penumpang membawa tiga tengkorak rusa.

Kadis Dukcapil Kota Denpasar, I Dewa Gede Juli Artabrata didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi yang ditemui di sela-sela sidak, mengatakan bahwa penertiban penduduk pendatang dilakukan untuk mengantisipasi penduduk yang ilegal serta mengetahui jumlah penduduk Kota Denpasar sebelum dan pasca arus balik libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. (tra)

BACA JUGA:  TP PKK dan PAKIS Bali Bantu Korban Kebakaran di Lokasi Pengungsian