Pemerintah Beri Santunan Rp15 Juta Kepada Keluarga Korban Meninggal saat Banjir

Banjir di Jakartra.

Beritabalionline.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir besar yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Hingga Jumat (3/1) pukul 09.00 WIB, tercatat 43 orang meninggal karena bencana banjir di Jabodetabek

Menteri Sosial Juliari Batubara memastikan, korban meninggal akan mendapat santunan dari pemerintah. Dia juga memastikan proses pencairan cepat jika datanya benar.

“Kalau korban meninggal dari Kemensos ada semacam santun itu nilainya Rp15 juta per korban, tapi itu menunggu verifikasi dan validasi dari pemerintah setempat. Kalau dinyatakan clear, confirm, ada suratnya, kita kasih, itu prosesnya cepat sekali lah,” tegas Juliari saat meninjau lokasi banjir di kawasan Ciledug Indah, Tangerang, Jumat (3/1/2020).

Kemensos bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan dan warga yang terkena banjir. Dia juga mengimbau warga untuk bekerja sama bila harus dievakuasi.

“Kita semua siap mendukung pemerintah daerah melakukan upaya upaya banjir,” ucap Juliari.

Pada kesempatan ini, Juliari juga memberi bantuan untuk korban banjir di Ciledug Indah. Perumahan ini termasuk daerah yang parah terkena dampak banjir.

“Kita langsung lihat sumbernya dari sini kali Angke ya masuk ke perumahan sini, kita lihat posko tadi di depan,” kata Juliari di Ciledug Indah I, Jumat (3/1/2020).

Pihaknya sudah menyiapkan suplai bantuan untuk anak-anak. Bantuan makanan paling penting.

“Popok, selimut, lengkap, ada kasur, yang paling penting sekarang ada makanan juga, kalau baju itu kan orang masih bisa survive, bajunya itu itu aja, kalau makanan abis ya celaka,” kata Juliari. (itn)

BACA JUGA:  Status Gunung Agung Diturunkan dari Level Siaga ke Waspada