Pancapaian Target PAD Tabanan Diperkirakan Meleset

I Dewa Ayu Sri Budiarti.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemkab Tabanan berupaya keras untuk terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya. Meski dengan berbagai kendala target PAD terus ditingkatkan. Akibatnya, realisasi penerimaan PAD di akhir tahun 2019 ini diperkirakan meleset.

Seperti diketahui Pemkab Tabanan (eksekutif dan legislatif) telah menetapkan target PAD Rp 388 Milyar lebih. Berbagai upaya dilakukan Pemkab untuk mencapai target tersebut. Namun nampaknya tidak akan tercapai.

Kepala Badan Keuangan Derah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti ketika dikonfirmasi mengakui untuk mencapai target PAD yang ditetapkan sangat berat. Hal tersebut berdasarkan potensi yang ada saat ini. “Memang kemungkinan sulit bisa dicapai, tapi kami tunggu, karena belum semuanya masuk terutama hari terakhir tahun 2019,” ungkap Dewa Ayu Sri Budiarti, Kamis (2/1/2019).

Diakui, target yang dibebankan sebesar Rp 388 Milyar lebih sangat berat direalisasikan. Namun pihaknya berupaya keras suntuk mengejar target tersebut. Salah satunya inovasi penagihan pajak terutang. Penerapan PHR online serta menetapkan wajib pajak meskipun usaha belum memiliki ijin.

Hal tersebut memberikan harapan karena target penerimaan dari sektor pahjak melampaui target. “Kalau dari target pajak yang kami tangani langsung di Bakeuda sebesar Rp 105 Miliar lebih sudah patai terlampaui, namun angka pastinya belum masuk. Besok (hari ini) baru akan diketahui setelah dilakukan rekonsiliasi,” tandasnya

Sementara itu pihaknya tak main-main dengan piutang pajak, terlebih Tabanan memerlukan berbagai pembenahan di segala sektor yang tentunya memerlukan anggaran tidak sedikit. Berbagai upaya dilakukan agar wajib pajak khususnya pajak hotel dan restoran (PHR) taat membayar pajak. Alhasil, piutang pajak yang bermasalah di Tabanan jumlahnya relatif kecil, bahkan paling kecil dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Bali.

BACA JUGA:  Cek Kondisi Tahanan, Propam Mabes Polri Datangi Polresta Denpasar

Berdasarkan data Pemkab Tabanan, ada enam wajib pajak yang menunggak pajak cukup lama. Mereka terdiri dari rumah makan, restoran, hingga hotel. Nilai total tunggakan pajaknya mencapai Rp 407.489.896. Rinciannya, pokok pajak senilai Rp 382.930.846 dan bunga sebesar Rp 24.559.050. Sedangkan jika dirinci per wajib pajak, nilainya bervariasi mulai dari yang terendah Rp 7.033.105 hingga yang tertinggi Rp 280.186.405.

Dikatakan, realisasi PHR Kabupaten Tabanan tahun 2019 khususnya hingga 18 Desember mencapai Rp 25.383.832.890 atau telah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 24.946864.000. Jika dirinci per item, pajak hotel yang ditargetkan Rp 11.800.000.000, realisasinya Rp 12.075.454.058.

Kemudian, pajak restoran yang ditargetkan Rp 12 milyar ternyata mampu menembus Rp 12.069.565.829. Sementara pajak hiburan mampu mencapai Rp 1.238.813.003 dari yang ditargetkan sebesar Rp 1.146.864.000. (riz)