Rai Mantra dan Jaya Negara Berkomitmen Bangun Kota Denpasar Secara Holistik

Talkshow Refleksi 12 Tahun Denfes bersama Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara.

Beritabalionline.com – Refleksi 12 Tahun Kepemimpinan Rai Mantra bersama Jaya Negara dikemas dalam bentuk talk show, Selasa (31/12/2019) di Dharmanegara Alaya, Lumintang Denpasar. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Juga hadir Ketua TP PKK Denpasar, Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Seniman, guru hingga para akademisi.

Dalam Talkshow yang juga membahas tentang pembangunan Denpasar dimasa kepemimpinan Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara diisi dengan kegiatan budaya, seperti penampilan parade tari Barong Ket, dan penampilan seni musik dari Gus Teja.

Wali Kota Rai Mantra mengatakan, pembangunan Kota Denpasar melalui visi misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan yang secara holistik untuk daya dukung yang kuat kepada masyakat.

Dijelaskan, pembangunan Kota Denpasar dengan konsep orange ekonomi yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar berkaitan dengan visi misi Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Dalam konsep keilmuwan orange ekonomi sebagai tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dari sektor migas. Bagaimana menggali potensi warisan leluhur, warisan budaya yang mampu berinteraksi dengan teknologi global.

“Sehingga melalui konsep orange ekonomi ini kita padukan di Gedung Dharmanegara Alaya (DNA). Langkah ini kita lakukan konsep ekonomi akar rumput, yang mampu melakukan penguatan, pemberdayaan hingga pemberdayaan pedagang pasar tradisional lewat sekolah pasar.  Yang penting masyarakat bisa merajut kebahagiaan menjadi tujuan akhir kita bersama,” ujar Rai Mantra.

BACA JUGA:  Barang Milik Penunggu Pasien RSUP Sanglah Digondol Maling, Pelakunya Residivis Kasus yang Sama

Menyinggung pengurangan sampah plastik, dijelaskan Rai Mantra bahwa ajang Denpasar Festival menjadi awal langkah dimaksud. Sejak 2018 langkah ini dilakukan melalui sosialisasi menguatkan ajang event tahunan ini lewat pengurangan penggunaan plastik.

Ditambahkan, dengan penguatan langkah melalui perwali nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik. Disamping juga dibarengi dengan revitalisasi sungai di Kota Denpasar. Terdapat tujuh sungai yang sudah direvitalisasi, di antaranya Tukad Badung, Tukad Bindu, dan yang terbaru Tuka Oongan.

“Dari langkah ini sudah ada peningkatan kesadaran dan pemberdayaan dari masyarakat sendiri karena kebersihan sungai dapat menyelamatkan semuanya. Pantai diselamatkan, masyarakat dapat berolahraga, ada kemanfaatan yang tumbuh yang harus kita lakukan,” demaikian  Rai Mantra. (tra)